Rohmatul Fardani Maulidia konsisten berlatih dan bertanding. Terbaru, Juara II Seni Tunggal Dewasa Putri pada Indonesia Paku Bumi Open 14th Championship 2026 tingkat internasional.
DEWI SAFITRI, Bojonegoro.
DI atas matras, setiap geraknya adalah bahasa. Setiap jurus menyimpan cerita tentang disiplin, ketekunan, dan keberanian. Bagi Rohmatul Fardani Maulidia, pencak silat bukan sekadar jalan menuju medali, melainkan perjalanan panjang membentuk diri sekaligus menjaga denyut warisan budaya Indonesia.
Perempuan akrab disapa Lily itu tak pernah menyangka langkahnya di dunia pencak silat berawal dari hal sederhana. Yakni, ajakan seorang teman saat masih duduk di bangku SMP. Rasa penasaran membawanya mengikuti latihan. Seiring waktu, ketertarikan itu tumbuh menjadi kecintaan yang membuatnya terus bertahan hingga kini.
Baca Juga: Ghossan Al-Faruq Tuansyah, Langganan Juara Bulu Tangkis: Bercita-cita Menjadi Juara Dunia
"Saya merasa olahraga ini tidak hanya melatih fisik saja. Tetapi juga melatih disiplin dan mental," kata perempuan 22 tahun tersebut.
Keseriusannya sebagai atlet dimulai ketika menginjak kelas III SMA. Sejak saat itu, latihan menjadi bagian dari rutinitas yang tak bisa dipisahkan dari kehidupannya. Bahkan, ketika kini menempuh pendidikan S-1 Ilmu Sejarah di Universitas Airlangga, gadis asal Desa Cangaan, Kecamatan Kanor, itu tetap menyeimbangkan kewajiban sebagai mahasiswa dengan tanggung jawab sebagai atlet.
Baginya, pencak silat mengajarkan lebih dari sekadar teknik bertanding. Setiap latihan menempa kedisiplinan, membangun mental, melatih tanggung jawab, sekaligus mengajarkan arti kerja keras dan semangat pantang menyerah.
Arena pertandingan menjadi ruang yang selalu dirindukan. Bukan hanya karena kesempatan mengejar kemenangan, melainkan karena di sanalah ia dapat menguji diri. Setiap kejuaraan juga mempertemukannya dengan atlet dari berbagai daerah. Dari sana, Lily belajar tentang sportivitas, bertukar pengalaman, sekaligus menjalin persahabatan yang melampaui batas wilayah.
"Setiap kejuaraan memberikan pengalaman yang sangat berharga. Mulai dari berlatih disiplin, menghadapi lawan dengan kemampuan yang mungkin di atas kita. Serta, mengendalikan mental saat pertandingan. Pengalaman tersebut membentuk saya menjadi pribadi yang lebih percaya diri, disiplin, dan bertanggung jawab," bebernya.
Di balik sederet prestasi, perjalanannya tak selalu mudah. Jadwal latihan yang padat harus berjalan beriringan dengan aktivitas kuliah. Ada rasa lelah yang datang, ada tekanan menjelang pertandingan yang harus ditaklukkan. Namun, semua itu justru menjadi bagian paling berharga dalam prosesnya bertumbuh.
Kerja keras itu berbuah manis. Rentetan prestasi berhasil diraihnya. Di antaranya, Juara I Seni Ganda Full Dewasa Putri pada Jakarta National Championship 4 Tahun 2026, Juara II Seni Tunggal Dewasa Putri pada Indonesia Paku Bumi Open 14th Championship 2026 tingkat internasional, Juara 1 Seni Ganda Tangan Kosong Dewasa Putri Kejuaraan Pencak Silat Ngawi Championship 3 2025 Tingkat Nasional, Juara 1 Seni Ganda Bersenjata Dewasa Putri Kejuaraan Pencak Silat Ngawi Championship 3 2025 Tingkat Nasional, dan berbagai kerjuaraan lainnya di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten.
Bagi Lily, medali bukanlah garis akhir. Pencak silat telah memberinya bekal hidup yang jauh lebih berharga daripada sekadar kemenangan. Melainkan tentang membentuk karakter, kedisiplinan, tanggungjawab, sportivitas, dan turut melestarikan budaya Indonesia. Hal tersebut menjadi bekal yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Baik di akademik maupun kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga: Ardia Dwi Khairinniswa Afsari, Baru Sepekan Latihan, Sabet Juara Tingkat Jawa Timur
Ia berharap, semakin banyak generasi muda, khususnya perempuan, berani mengejar mimpi dan mengembangkan potensi. Tidak takut mencoba hal baru, bahkan yang dianggap sulit. Karena proses sekecil apapun akan membawa kita menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan kuat.
"Semoga semakin banyak perempuan yang berani melangkah untuk mengejar mimpinya. Serta, memiliki keberanian untuk terus bangkit dan berkembang. Sehingga, bisa membuktikan, bahwa kerja keras, semangat sportivitas, ketekunan, dan doa. Kita dapat menginspirasi orang-orang di luar sana," pungkasnya. (*/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah