Dunia olahraga menjadi salah satu bidang pengembangan bagi anak, misalnya woodball. Seperti Ardia Dwi Khairinniswa Afsari yang baru latihan sepekan sudah berhasil raih juara provinsi.
YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro
SUARA pukulan bola kayu di lapangan itu masih terasa asing bagi Ardia Dwi Khairinniswa Afsari, siswi kelas VI SDN Mlinjeng, Kecamatan Sumberrejo. Pelajar akrab disapa Arin itu bahkan baru mengenal olahraga woodball sekitar sepekan sebelum mengikuti sejumlah kejuaraan seperti di sekolah model terpadu (SMT) yang digelar Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro.
Namun, siapa sangka dari perkenalan singkat itulah lahir sebuah prestasi yang membanggakan. Arin berhasil meraih juara 2 kategori sekolah dasar (SD) pada kejuaraan tersebut hingga juara 1 se-Jawa Timur (Jatim). "Ini pencapaian sekaligus kejutan dan kebanggaan tersendiri bagi kami," tutur Siti Mujianah, ibunda Arin saat dihubungi lewat telepon Whatsapp (WA).
Ia mengaku, tidak menyangka anaknya mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah meski waktu latihannya sangat singkat. "Arin baru mengenal woodball sekitar semingguan sebelum lomba. Alhamdulillah waktu ikut kejuaraan langsung dapat juara," tutur warga Desa Mlinjeng, Kecamatan Sumberrejo itu.
Kejuaraan tingkat provinsi itu, lanjut dia, diikuti peserta tingkat SD dari berbagai daerah, di antaranya Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Mojokerto, Jombang, hingga Nganjuk. "Total peserta mencapai puluhan anak, meski ada daerah tidak hadir pada saat perlombaan," kata perempuan 46 tahun itu.
Sugiri, bapaknya melanjutkan, lokasi pertama latihan woodball Arin di lapangan desa setempat. Dan kini mengikuti klub yang bermarkas di SMT dan berlatih setiap Selasa dan Kamis. "Meski baru menekuni olahraga tersebut, ia mampu beradaptasi dengan cepat.
Kecintaan Arin terhadap olahraga ternyata sudah tumbuh sejak lama sebenarnya. Sebelum mengenal woodball, ia gemar bermain bola voli dan pernah mengikuti lomba lari estafet jarak jauh," beber Sugiri.
Baca Juga: Sabrina Maulani Syahadah, Peraih Juara Rugby Piala Rektor Unesa : Terkesan Bermain Rugby dengan Bule
Meski belum sempat membawa pulang gelar juara, Arin tak gentar dan terus mencoba dan menekuni cabang olahraga (cabor) lainnya. Melihat kesungguhan putrinya, Sugiri memberikan dukungan penuh. Bahkan ketika Arin belum memiliki peralatan woodball sendiri, setelah mendapat juara dan potensi sang anak, pria dua anak itu langsung membelikannya agar bisa berlatih lebih maksimal.
"Dari orang tua tentu mendukung. Begitu belum punya alat, kami langsung membelikan setelah tahu Arin ada bakat di woodball," ujar Sugiri.
Di tengah kesibukan sebagai pelajar, dia melanjutkan, Arin tetap menjaga prestasi akademiknya. Ia menyukai pelajaran Matematika hingga Pendidikan Jasmani. Di sekolah, namanya hampir selalu berada di jajaran sepuluh besar, bahkan pernah menempati peringkat keempat di kelas. "Alhamdulillah, kami syukuri sesuai kemampuan anak," tuturnya.. (*/zim)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah