Malam Minggu identik dengan jalan-jalan dan hiburan, tak terkecuali Sabtu (25/7) malam lalu. Luasnya halaman kantor yang biasanya identik dengan kerja jurnalistik, berbeda dengan saat itu. Riuh penonton band pop punk meramaikan halaman kantor Jawa Pos Radar Bojonegoro.
YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro
DERU gitar distorsi, hentakan drum, dan riuh koor penonton menyatu di halaman Kantor Jawa Pos Radar Bojonegoro, Sabtu malam (25/6). Hadir Bojonegoro Pop Punk Fest yang bukan sekadar konser kecil, melainkan ruang temu lintas kota yang memperlihatkan geliat skena pop punk di Bojonegoro yang terus bertumbuh.
Setidaknya ada delapan band bergantian memanaskan panggung menghadap jalan raya itu. Seperti nama tuan rumah, Northeast dan Burn Goblin, berbagi panggung dengan Unbreaker serta Moonstra dari Surabaya.
Baca Juga: Bubabu, Band Pop Punk Asli Bojonegoro Rumuskan Lirik Lagu Menceritakan Pekerja Dibumbui Cerita Cinta
Tak ada sekat antara musisi dan penonton. Mereka sama-sama bernyanyi, melompat, hingga membentuk lingkaran yang tetap tertib sepanjang acara.
Nuansa berbeda justru lahir dari lokasi pertunjukan. Halaman Kantor Radar Bojonegoro yang sehari-hari identik dengan aktivitas jurnalistik, berubah menjadi ruang ekspresi anak muda. Panggung sederhana itu menghadirkan atmosfer yang intim. Penonton berdiri begitu dekat dengan para musisi, membuat setiap lagu terasa lebih hidup dan emosional.
Pendiri Komunitas Bojonegoro Pop Punk Bhakti Novriansyah mengatakan, acara tersebut menjadi penanda bahwa skena lokal kini tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.
“Kami ingin menunjukkan kalau Bojonegoro punya komunitas yang sehat. Band-band lokal bisa berdiri sejajar dengan band dari luar kota. Yang paling penting, kami membangun ruang agar semua bisa bertemu, berkarya, dan saling menguatkan,” ujarnya.
Menurut Bhakti, perkembangan pop punk di Bojonegoro dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan signifikan. Tidak hanya melalui panggung-panggung independen, karya para musisi lokal juga mulai dikenal lewat berbagai platform media digital.
Pendengarnya pun semakin beragam, mulai kalangan pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga penikmat musik yang telah lama mengikuti perkembangan pop punk. Fenomena itu turut dirasakan gitaris Unbreaker, Harlan, yang sudah beberapa kali tampil di Bojonegoro.
“Setiap main di Bojonegoro selalu ada kejutan. Penontonnya hafal lagu, energinya besar, dan mereka benar-benar menghargai setiap band yang tampil. Rasanya seperti pulang ke rumah sendiri,” tambah Harlan.(*/zim)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah