Pencapian luar biasa berhasil diraih taruna SMAN 2 Pamong Praja Bojonegoro, Reihan Nifan Arkana. Reihan membanggakan nama Bojonegoro setelah lolos seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional.
M. IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
RASA syukur terus mengalir dari bibir Reihan Nifan Arkana. Senyum tak pernah lepas saat taruna kelas XI SMAN 2 Taruna Pamong Praja Bojonegoro itu menceritakan perjalanan panjang yang membawanya menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026.
Bagi remaja asal Jember tersebut, pencapaian itu bukan sekadar prestasi. Lebih dari itu, menjadi Paskibraka Nasional adalah amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Tidak lupa untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Bojonegoro, Rabu (24/6).
Menjadi bagian dari Paskibraka Nasional merupakan impian yang selama ini hanya berani ia gantungkan setinggi langit. Kini, mimpi itu menjadi kenyataan. Namun, bagi Reihan, keberhasilan tersebut bukanlah garis akhir.
Menurut putra pertama pasangan Irfan Susanto dan Nikenoraya Astasagita itu, Paskibraka bukan sekadar tentang mengibarkan Duplikat Bendera Pusaka di Istana Negara.
Di balik seragam putih yang gagah, terdapat nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, serta semangat persatuan yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kesempatan ini saya ingin menguji kemampuan diri, memberikan yang terbaik,’’katanya.
Perjalanan menuju tingkat nasional tentu tidak berlangsung instan. Semua dimulai dari seleksi di lingkungan sekolah. Setelah berhasil lolos, Reihan melanjutkan perjuangan pada seleksi tingkat Kabupaten Bojonegoro dengan berbagai tahapan tes yang harus dilewati.
Keberhasilannya di tingkat kabupaten mengantarkan dirinya mewakili Bojonegoro dalam Seleksi Paskibraka Jawa Timur yang digelar di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.
Di tingkat provinsi, ia kembali menghadapi serangkaian tes, mulai dari pemeriksaan kesehatan, tes fisik, psikologi, wawancara, hingga penentuan akhir atau pantukhir.
Kerja kerasnya berbuah manis. Reihan berhasil lolos dan berhak mengikuti Verifikasi Tingkat Pusat Calon Paskibraka Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta.
“Puji syukur alhamdulillah, saya terpilih mengikuti verifikasi tingkat pusat yang dilaksanakan di JS Luwansa Hotel and Convention Center, Jakarta Selatan,” ujarnya.
Tahapan seleksi di tingkat pusat jauh lebih ketat. Para peserta harus menjalani medical check-up, tes kesehatan, peraturan baris-berbaris, psikologi, wawancara, tes minat dan bakat, hingga pantukhir. Setelah seluruh proses selesai, para peserta kembali ke daerah masing-masing sambil menunggu pengumuman.
Momen yang paling mendebarkan akhirnya tiba pada Senin (22/6). Pengumuman disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Saat namanya dinyatakan lolos sebagai Paskibraka Nasional 2026, rasa haru bercampur bahagia langsung menyelimuti dirinya.
Menariknya, Reihan mengaku tidak pernah menganggap proses seleksi sebagai sesuatu yang menakutkan. Baginya, semua tantangan harus dihadapi dengan keyakinan dan optimisme.
“Saya tidak pernah menganggap rangkaian seleksi ini sebagai sesuatu yang menakutkan,” ungkap alumni SMPN 2 Jember tersebut.
Mental tangguh yang dimilikinya ternyata tidak datang begitu saja. Sejak SMP, Reihan aktif sebagai atlet basket dan telah mengikuti berbagai kompetisi. Dunia olahraga mengajarkannya arti kerja keras, kedisiplinan, serta kepercayaan diri saat menghadapi persaingan.
“Dari olahraga saya belajar bahwa setiap kompetisi harus dihadapi dengan persiapan matang, kerja keras, dan keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri,” katanya.
Selama proses seleksi, Reihan mempersiapkan diri secara menyeluruh. Untuk menjaga kebugaran fisik, ia berlatih setiap pagi dan sore. Pola makan juga dijaga dengan mengonsumsi makanan bergizi serta menghindari makanan pedas dan minuman dingin.
Dari sisi akademik, ia mempelajari berbagai materi tes wawasan kebangsaan, tes intelegensia umum, hingga psikologi.
Sementara untuk persiapan mental, ia memperkuat ibadah, memperbanyak doa, dan menjaga lingkungan pergaulan yang positif.
“Saya juga terus mengasah kemampuan bermain Stick Master yang saya tampilkan saat tes minat dan bakat di tingkat pusat,” ujarnya. (*/zim)
Editor : Bhagas Dani Purwoko