Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Melihat Film Pendek Adaptasi Novel Orang-Orang Proyek Karya Ahmad Tohari: Angkat Isu Sosial Pembangunan dan Kekuasaan

Yana Dwi Kurniya Wati • Rabu, 3 Juni 2026 | 10:00 WIB
KOLABORASI: Mahasiswa, akademisi, seniman, pegiat komunitas, hingga masyarakat umum berkumpul menyaksikan pemutaran perdana film pendek berjudul Pakaryan kolaborasi dengan 32 komunitas seni. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
KOLABORASI: Mahasiswa, akademisi, seniman, pegiat komunitas, hingga masyarakat umum berkumpul menyaksikan pemutaran perdana film pendek berjudul Pakaryan kolaborasi dengan 32 komunitas seni. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Safir Ahyanuddin terus menunjukkan semangat belajar dan menoreh karya. Sebagai seorang mahasiswa, terus ingin berkembang. Teranyar, berhasil memutar film pendek adaptasi novel karya Ahmad Tohari. 


YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro


DERETAN kursi di Graha Sawunggaling Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada sore itu nyaris penuh. Mahasiswa, akademisi, seniman, pegiat komunitas, hingga masyarakat umum berkumpul dalam satu ruang untuk menyaksikan pemutaran perdana film pendek berjudul Pakaryan.

Bagi sebagian penonton, film ini mungkin hanya sebuah karya sinema berdurasi pendek. Namun di balik layar, Pakaryan merupakan hasil perjalanan panjang yang mempertemukan dunia sastra, film, musik, dan komunitas budaya dalam satu panggung kolaborasi.

Film digarap tim mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia dan Film & Animasi Unesa ini  adaptasi dari novel Orang-Orang Proyek karya sastrawan Indonesia, Ahmad Tohari, yang dikenal melalui karya-karyanya yang dekat dengan realitas sosial masyarakat.

Di balik produksi film tersebut, salah satu mahasiswa  memegang peran penting sebagai produser, yakni Safir Ahyanuddin. Ia dipercaya memimpin keseluruhan proses produksi, mulai dari tahap pengembangan ide hingga film siap dipertontonkan kepada publik.

Baca Juga: Melihat Gelaran Festival Film Dokumenter Pelajar Bojonegoro: Angkat Kisah Lokal, Dari Pawon Krecek hingga Gipang

"Beberapa waktu terakhir saya bersama tim mahasiswa Sastra Indonesia dan Film & Animasi Unesa menggarap film pendek berjudul Pakaryan, yang merupakan adaptasi dari novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari," ujarnya.

Menurut dia, melalui Pakaryan, tim produksi berusaha menghadirkan kembali kegelisahan sosial yang diangkat dalam novel tersebut. Film yang menyoroti berbagai persoalan yang kerap muncul dalam pembangunan proyek, mulai dari tarik-menarik kepentingan, relasi kuasa, hingga pergulatan integritas orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Tidak hanya menawarkan cerita, lanjut dia, film ini juga menghadirkan nuansa lokal yang kuat. Seluruh dialog menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa utama, sebuah pilihan yang sekaligus menjadi upaya menjaga kedekatan cerita dengan akar budaya masyarakat.

Keistimewaan lain hadir melalui unsur musik. Dalam proses pengembangannya, Safir mengatakan, tim produksi menjalin kerja sama lisensi dengan grup musik Jawa Kajawi untuk menggunakan lagu Menteri Durmagati sebagai soundtrack film.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari semangat besar yang ingin dibangun dalam proyek tersebut. Tidak berhenti pada dunia film dan musik, film pendek ini turut menggandeng 32 komunitas seni, sastra, dan teater dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk membantu publikasi sekaligus memperkenalkan film kepada masyarakat luas.

"Keterlibatan puluhan komunitas itu menjadikan Pakaryan lebih dari sekadar karya akademik. Harapannya, film ini berkembang menjadi ruang pertemuan berbagai elemen budaya yang memiliki semangat serupa dalam merawat dan menghidupkan kesenian lokal," ujar mahasiswa Prodi Sastra Indonesia itu Unesa itu.

Menurut Safir, ratusan penonton hadir pada pemutaran perdana film Pakaryan itu. Menjadi bukti kolaborasi mendapat sambutan positif. Ruang pertunjukan itupun ramai, diisi mahasiswa, pegiat seni, komunitas budaya, akademisi, hingga masyarakat umum yang tertarik menyaksikan bagaimana karya sastra diterjemahkan ke dalam medium film.

Baca Juga: Dari Ruang Kelas ke Halaman Koran, Jejak Literasi Suharsono A.Q.S.: Ide Menulis Muncul Kapan Saja, Terbitkan 15 Buku Antologi

Bagi pelajar asal Kecamatan Balen ini, pengalaman menggarap Pakaryan memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya kerja sama lintas bidang. Ia melihat proyek ini sebagai contoh bagaimana kampus dapat menjadi ruang kreatif yang mempertemukan berbagai disiplin ilmu dan komunitas dalam satu tujuan bersama.

"Menurut saya, proyek ini menjadi menarik karena berangkat dari lingkungan akademik, namun berupaya menghubungkan sastra, film, musik, dan komunitas budaya dalam satu ruang kolaborasi yang sama," katanya.

Ia pun berencana segera menggelar film pendek itu di Bojonegoro. Namun, masih mencari kolaborator dan berjejaring. "Inginnya segera sih (bisa memutar film di Bojonegoro, red), tapi belum jumpa mitra untuk penayangannya," imbuh dia. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#film adaptasi #ahmad tohari #mahasiswa #novel #film pendek