Berawal dari ajang tingkat kabupaten, langkah Shireen Gadis Nayla berlanjut hingga ke panggung Jawa Timur. Perempuan 17 tahun ini sukses meraih Grand Winner Duta Pariwisata Jawa Timur 2026.
HAKAM ALGHIVARI, Bojonegoro
PERJALANAN Shireen Gadis Nayla menuju panggung Duta Pariwisata Jawa Timur tidak selalu mulus. Siswi kelas XI SMAN 1 Sumberrejo ini sejatinya baru mulai menapaki dunia perdutaan sejak 2025 lalu, saat mengikuti ajang Duta Pemuda Kebudayaan Bojonegoro dan meraih runner-up pertama.
Dari titik itu, langkahnya berlanjut ke level provinsi. Hingga akhirnya, Shireen berhasil meraih Grand Winner Duta Pariwisata Jawa Timur 2026, sekaligus menyabet penghargaan Best Video Profile dan Best Social Impact.
“Karena saya suka traveling dan mencintai budaya,” tuturnya. Dalam perjalanannya, gadis kerap dipanggil Shireen itu tak hanya dihadapkan pada proses seleksi, tetapi juga pengalaman lapangan yang tak terlupakan. Salah satunya saat proses pembuatan video profil di kawasan Cregner Canyoning, Mojokerto.
Ia bersama tim harus melewati jalur perbukitan menuju lokasi air terjun. Di tengah perjalanan itulah ia mengalami kejadian yang cukup berkesan bagi dirinya.
“Saat itu pertama kalinya saya digigit lintah. Tapi tetap tenang, saya nikmati perjalanannya,” ungkapnya.
Bagi perempuan asal Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo itu, pengalaman tersebut justru menjadi bagian paling berkesan. Ia mengaku, hal yang paling ia sukai dari perannya adalah kesempatan untuk terjun ke berbagai destinasi wisata sekaligus mengenal budaya secara langsung.
Dia juga belajar pentingnya menjaga destinasi wisata serta mempromosikannya agar semakin dikenal luas. Selama mengikuti ajang tingkat provinsi, perempuan 17 tahun itu juga menjalani masa karantina bersama peserta lain dari berbagai daerah di Jawa Timur. Momen tersebut memberinya banyak relasi baru.
“Senang bisa punya banyak teman dari berbagai daerah dengan potensi yang berbeda-beda,” tuturnya. Meski harus meninggalkan kegiatan belajar selama beberapa hari, dirinya tetap berusaha mengejar materi yang tertinggal. Ia pun mengaku mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah.
Targetnya di masa mendatang, ingin berkontribusi lebih jauh dalam pengembangan pariwisata. Terlebih, tidak hanya mengenalkan destinasi, tetapi juga mendorong promosi budaya dan UMKM lokal.
“Ingin mempromosikan pariwisata Jawa Timur hingga ke tingkat nasional dan internasional,” tandasnya. (*/msu)
Editor : Hakam Alghivari