Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Melihat Konser Lintas Generasi di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander: Ari Lasso Nostalgia Zaman SD, Ingat-Ingat Makanan Khas Bojonegoro

Yana Dwi Kurniya Wati • Senin, 27 April 2026 | 09:30 WIB
MERIAH: Lautan manusia memadati konser Love Live Legendary dengan guest star Ari Lasso, Idgitaf, dan Donnie Sibarani yang digelar di halaman GOR Utama, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Sabtu malam lalu (25/4). (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
MERIAH: Lautan manusia memadati konser Love Live Legendary dengan guest star Ari Lasso, Idgitaf, dan Donnie Sibarani yang digelar di halaman GOR Utama, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Sabtu malam lalu (25/4). (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

 

Love Live Legendary, konser pertama dengan rasa berbeda. Suguhkan suasana seru dan haru dari lintas generasi, mulai gen X, Y, sampai Z. 


YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro


BOJONEGORO diguncang sejumlah penyanyi papan atas pada Sabtu (25/4) malam. Ribuan penonton memadati halaman GOR Utama di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Berbagai generasi tampak menikmati suguhan lagu dalam konser bertajuk Love Live Legendary itu, dari generasi (gen) X, Y atau milenial, hingga Z.

Hujan tak turun malam itu, langit cerah membersamai para penonton menikmati lagu Idgitaf sebagai figur perwakilan suara Gen Z, Donnie Sibarani sebagai ikon romansa lagu patah hati era 2000-an, dan Ari Lasso sebagai representasi sang legenda musik yang menjadi soundtrack kehidupan lintas generasi, sekaligus penampilan penutup yang epik dan spektakuler.

Business Management Konser Love Live Legendary Afandi menyampaikan, konser dengan tiga guest star papan atas ini menjadi momen spesial yang mempertemukan semangat, cinta, dan kejayaan musik dalan satu panggung meriah.

"Dalam konser bertemakan Cross Generation Romance ini tidak hanya menghadirkan musik berkualitas, tapi juga menyuguhkan aktivitas menarik seperti zona food & beverage dengan pilihan kuliner kekinian serta interaksi dan spot foto tematik," tutur Afandi.

Baca Juga: Melihat Gelaran Festival Film Dokumenter Pelajar Bojonegoro: Angkat Kisah Lokal, Dari Pawon Krecek hingga Gipang

Arika, salah satu penonton mengaku, konser itu merupakan konser perdana di Bojonegoro yang dihadiri dengan rasa yang bener-benar berbeda. Biasanya ia menonton di Surabaya dan sekitarnya.

"Bisa nonton penampilan Donnie Sibarani, Idgitaf, dan Ari Lasso sambil ngajak anak, menjadi pengalaman yang enggak terlupakan," kata dia. Menurutnya, suasana yang dimunculkan sangat hangat, seru, dan penuh momen kebersamaan.

Bagi dia, dari awal sampai akhir bukan cuma hiburan, tapi juga jadi kenangan berharga buat keluarga. "Catatan untuk promotor ya, harga tiket agak pricy untuk kalangan Bojonegoro dan harga tiket dari awal enggak konsisten. Semoga lebih baik ke depannya," saran penonton asal Kecamatan Dander itu.

Vinna, penonton asal Kecamatan Kedungadem mengatakan hal senada. Menurut dia, konser yang dihadiri bersama suaminya itu menyenangkan. Hanya saja, saran dia, seharusnya tidak usah ada yang duduk. "Semua festival aja. Dibuat festival A dan B gitu," katanya.

Namun, ia merasa cocok dengan penyanyi-penyanyi yang dihadirkan. Terutama Ari Lasso yang masuk ke generasi-generasi milenial dan bapak ibu pada zamannya yang flashback. "Aku masuk ke semua, tapi lebih ke Idgitaf mungkin karena gen Z ya," ucapnya tersenyum.

Bahkan, menurutnya, konser ini juga menjadi hiburan warga setempat dan membangkitkan ekonomi. Karena bida berjualan di jalan luar venue atau depan rumah. "Tapi disayangkan waktu kembang api itu sudah hampir tengah malam, mungkin mengganggu warga sekitar yang tidak nonton, warga sekitar yang sepuh, bayi, atau orang tua. Mungkin beda kalau itu di awal ya," ujarnya.

Dia pun merasa sedikit kecewa karena membeli tiket di awal dan berubah menjadi turun drastis. Setidaknya, ia masih kehilangan puluhan ribu, meski ada ganti rugi. "Sarannya, tahun selanjutnya kalau buat tiket jangan mahal-mahal biar banyak yang beli, daripada mahal ending-nya turun harga," sindir dia. 

Sementara itu, Ari Lasso yang cukup mengguncang di panggung juga menarik perhatian warga Bojonegoro. Pasalnya, ia bercerita pernah bersekolah di SDN Kadipaten 2 dari kelas 4 sampai 6. Konser ini seperti ajang nostalgia.

"Saya pernah sekolah di SDN Kadipaten 2 dulu. Kalau makanan di Bojonegoro yang khas apa ya," tanya dia memantik para penonton menjawab. (yna/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#konser #idgitaf #Musiala #ari lasso #donnie sibarani