RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Semangat R.A. Kartini terus hidup dalam sosok perempuan masa kini. Salah satunya ditunjukkan oleh dr. RR Anggraeni Indah Ekiyanti yang mampu menyeimbangkan peran sebagai ibu sekaligus perempuan karier di bidang kesehatan.
Lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun 2017 itu merintis layanan kesehatan dari nol di wilayah Kecamatan Kalitidu. Awalnya, sang suami lebih dahulu membuka praktik dokter pribadi dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Waktu itu kami melihat di Kalitidu belum ada klinik kesehatan. Dari situ, kami berinisiatif mendirikan klinik pada 2021 untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat,” ujar dr. Anggraeni.
Tak hanya fokus pada karier, dr. Anggraeni juga menegaskan pentingnya menjaga peran sebagai seorang ibu. Baginya, kesuksesan tidak hanya diukur dari pencapaian duniawi, tetapi juga dari bagaimana membentuk generasi penerus yang berkarakter.
“Saya tidak ingin kehilangan jati diri sebagai ibu. Saya ingin mencetak generasi Kartini yang hebat, terutama untuk anak perempuan saya,” tuturnya.
Ia pun menanamkan nilai sosial dan spiritual kepada anak-anaknya sejak dini. Salah satunya dengan melibatkan mereka dalam kegiatan sosial, seperti penyaluran kurban hingga mengunjungi anak yatim.
Selain itu, ia juga menerapkan pola asuh yang tegas terkait penggunaan teknologi. Anak-anaknya belum diperbolehkan menggunakan gawai hingga usia 13 tahun, demi membentuk tanggung jawab dan kedewasaan.
“Memang ada protes, apalagi teman-temannya sudah memiliki gawai. Namun, kami jelaskan, dan alhamdulillah mereka bisa memahami,” imbuhnya.
Semangat pantang menyerah dalam berwirausaha juga ia warisi dari sang ayah. Ia bercerita, ayahnya sempat mengalami berbagai kegagalan usaha sebelum akhirnya berhasil mengembangkan apotek yang kini memiliki banyak cabang di Bojonegoro.
Dari pengalaman tersebut, dr. Anggraeni memegang sejumlah prinsip dalam berbisnis, di antaranya memiliki tekad kuat, menjalankan usaha sesuai minat (passion), serta menggunakan modal sendiri untuk bisnis yang perputarannya tidak cepat, seperti klinik dan apotek.
Pada momen peringatan Hari Kartini, dr. Anggraeni berpesan agar perempuan tidak lagi membatasi diri dalam meraih mimpi.
“Jangan kubur cita-citamu. Perempuan sekarang tidak terbatas seperti dulu. Kita juga bisa berkarya di berbagai bidang, termasuk dunia medis,” tegasnya. (tih/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana