Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Wahdah Nasyatul Arifah, Juara 1 Kategori A Festival Tahfidz 2026: Berdoa Mendapat Juara Ketika Salat Asar Sebelum Pengumuman

M. Irvan Romadhon • Rabu, 18 Maret 2026 | 09:30 WIB

BERSAMA WABUP: Wahdah Nasyatul Arifah, Juara 1 Kategori A Festival Tahfidz 2026 menerima hadiah dari Wabup Nurul Azizah.
BERSAMA WABUP: Wahdah Nasyatul Arifah, Juara 1 Kategori A Festival Tahfidz 2026 menerima hadiah dari Wabup Nurul Azizah.

 

Wahdah Nasiyatul Arifah tertarik menjadi hafidzah. Kini Arifah sudah hafal 2 juz dan berhasil menjadi Juara 1 Kategori A Festival Tahfidz 2026.


IRVAN RAMADHON, Bojonegoro


SENYUM lebar terpancar dari wajah Wahdah Nasyatul Arifah ketika diumumkan sebagai Juara 1 Kategori A Festival Tahfidz 2026 yang digelar Jawa Pos Radar Bojonegoro pada 11 Maret lalu.

Arifah berjalan percaya diri naik ke atas panggung di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro untuk menerima hadiah.

Arifah bersyukur senang bisa meraih prestasi tersebut. Terlebih tahun lalu juga mengikuti Festival Tahfidz namun tak lolos ke babak final. Namun tahun ini berhasil masuk babak final, bahkan menjadi juara 1.

Sebelum pengumuman juara, siswi asal Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro Kota itu sebenarnya sudah memiliki firasat akan menjadi juara. Namun tetap ikhlas jika tak meraih juara. Ternyata firasat itu benar dan menjadi yang terbaik di kategori A.

‘’Ketika Salat Asar sebelum pengumuman berdoa agar mendapat juara. Juga mendapat dukungan dari ustadzah yang mendampingi,” ungkap siswi 9 tahun itu.

Sebelum menghadapi grand final Festival Tahfidz 2026, Arifah hanya melakukan persiapan khusus selama dua hari. Di dua hari jelang babak final itu siswi MIN 1 Bojonegoro tersebut fokus murojaah sendiri di rumah.

Meski begitu, keseharian Arifah rutin murojaah. Baik di madrasah maupun sekolah hafidz. Sehingga sudah terbiasa. Juga telah hafal dua setengah juz. Terdiri dari juz 30, juz 29, dan setengah juz 1.

‘’Murojaah sudah menjadi rutinintas sehari-hari ketika mengaji. Di madrasah sering membaca, setiap Rabu menghafal Alquran,” ungkap anak sulung dari tiga bersaudara itu.

Arifah merasa takut dan deg-degan ketika dipanggil untuk tampil di panggung Festival Tahfidz. Bahkan sempat berkeringat hingga kaos kaki basah. Namun ketika sudah berada di atas panggung bisa menjawab pertanyaan dari dewan juri dengan lancar.

Arifah mulai belajar membaca Alquran sejak TK. Kemudian ketika menginjak MI mulai menghafal. Hingga kini telah hafal dua setengah juz. Terdiri dari juz 30, juz 29, dan setengah juz 1.

Konten hafidz di youtube dan melihat kakak kelas yang hafal Alquran tampil menjadi awal Arifah tertarik menghafal Alquran. Bahkan hingga kini masih sering menonton konten hafidz di youtube.

‘’Melihat dan mendengar kakak kelas membaca Alquran dengan suara merdu,” jelas siswi Sekolah Hafidz Junior Nurul Hayat

Arifah sudah sering mengikuti lomba tahfidz di dalam maupun luar madrasah. Hasilnya dua kali menjadi juara pertama. Sehingga sudah memiliki pengalaman.

Arifah mendapat dukungan penuh dari orang tua untuk menjadi hafidz. Dukungan diberikan seperti selalu mengingatkan untuk murojaah dan mengurangi waktu bermain smartphone. Selain itu, dukungan dari teman-teman di MI maupun sekolah hafidz.

‘’Teman-teman selalu mendukung. Juga sebaliknya ketika ada teman yang menyerah aku memberi motivasi ke mereka. Mengatakan bahwa menghafal Alquran memang susah tapi akan menjadi teman ketika di alam kubur,” ungkapnya.

Arifah berpesan kepada teman-teman yang ingin menjadi hafidz harus selalu murojaah dan membaca Alquran. Sehingga bisa hafal dan juara ketika lomba. Selain itu, jangan pernah lupa dengan Alquran. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Tahfidz quran #Lomba Tahfidz #radar bojonegoro #Ledok Kulon #alquran #pemkab bojonegoro #Tahfidz #Festival Tahfidz #bojonegoro #Murojaah #prestasi