Sesuai pesan ibunya, Nilna Naylul Mufida diminta disiplin morojaah, santri Griya Tahfidz Al-Fattah Pacul yang tinggal di Desa Wedi, Kecamatan Kapas ini sudah hafal lima juz.
IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
KAGET dan tak menyangka dirasakan Nilna Naylul Mufida ketika namanya dipanggil oleh pembawa acara Festival Tahfidz Radar Bojonegoro 2026 di Ruang Angling Dharma pada Rabu (11/3). Terlebih Nilna dipanggil untuk naik ke atas panggung sebagai Juara 1 Kategori B.
‘’Senang, tapi tak menyangka bisa meraih juara,” ungkap siswi asal Desa Wedi, Kecamatan Kapas tersebut.
Nilna sempat takut dan tak percaya diri ketika tampil dan menyambung ayat dari dewan juri. Terlebih dilihat banyak orang. Mulai peserta lain maupun pendamping, pendukung, serta penonton yang hadir.
‘’Bersyukur bisa menjawab dengan lancar,” jelas siswi kelas 6 itu.
Sebenarnya Fertival Tahfidz 2026 bukan lomba atau kompetisi pertama yang diikuti Nilna. Festival tahfidz edisi sebelumnya dan porseni sudah pernah diikuti. Sehingga bisa mengatasi rasa takut dan deg-degan ketika di atas panggung.
‘’Sudah pernah, jadi terbiasa tampil,” ungkap siswi MI Hidayatul Mubtadiin Wedi.
Nilna melakukan persiapan selama dua minggu sebelum mengikuti Festival Tahfidz tahun ini. Terutama menghafal Surat Yasin dan Alwaqiah. Terlebih dua surat tersebut dinilai paling menantang.
Selain itu, setiap usai sahur, siang, setelah berbuka, dan tarawih selalu murojaah didampingi sang ibu. Terlebih ibu sangat mendukung Nilna menjadi penghafal Alquran. Termasuk ketika menjalani Grand Final Festival Tahfidz 2026 diantar ibu.
‘’Ibu selalu mengingatkan untuk disiplin murojaah,” jelas santri Griya Tahfidz Al-Fattah Pacul.
Nilna mulai menghafal Alquran sejak kelas 2. Hingga kini kelas 6 MI sudah hafal lima juz. Awalnya terinspirasi salah satu hafidz di youtube. Sehingga memiliki tertarik untuk menjadi penghafal Alquran.
Setelah berhasil meraih Juara 1 Festival Tahfidz 2026, hadiah didapat Nilna ingin ditabung untuk menempuh pendidikan selanjutnya. Terlebih berkeinginan masuk pondok pesantren.
‘’Ingin masuk pondok dan melanjutkan menghafal Alquran,” terangnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana