Menyeimbangkan kegiatan akademik dan nonakademik bukan hal mudah. Seperti keputusan Nyssa Kirana Aishafitri yang sempat berhenti sementara dari dunia sepatu roda karena ingin fokus sekolah.
YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro
"Kalau berlatih sepatu roda sudah dari kecil sekitar usia lima tahunan. Ikut lomba-lomba resmi seperti porprov (pekan olahraga provinsi) di 2022 dan 2025," ungkap Nyssa Kirana Aishafitri, atlet sepatu roda saat dihubungi Rabu (11/3) lalu.
Wawancara dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB itu mengulik banyak pengalaman atlet dari Gen Alpha ini. Ia masih pelajar kelas 1 sekolah menengah kejuruan (SMK) di SMKN 1 Bojonegoro. Tapi, nyalinya luar biasa.
Nyssa, sapaan akrabnya, bercerita memiliki beberapa hobi selain di dunia olahraga. Dari dance, band, hingga bernyanyi. Ketiganya sama-sama seni. Mungkin, kata dia, karena kedua keluarga dari ayah maupun ibu lahir dari seni.
"Kalau latihannya tidak pasti, setiap ada event lomba saja. Untuk sekarang saya lebih fokus ke sekolah dan band. Bisa dibilang untuk sepatu roda break sebentar after (setelah, red) porprov," ucap perempuan asal Kecamatan Bojonegoro Kota itu.
Ia mengaku, ingin kembali ke dunia sepatu roda. Namun, banyaknya kegiatan menyita waktu untuk itu. Tapi, katanya, pasti balik untuk berlatih kembali meski tidak ada target ke porprov, pekan olahraga pelajar daerah (popda), maupun event resmi lainnya.
Ia mengatakan, hanya menarget di RX series. "Alhamdulillah ketika popkab kemarin saya dapat dua emas. Lainnya Porprov 2022 dan 2025, Popda 2022, kejurprov lumayan sering setiap tahun selalu ikut sepertinya," perempuan kelahiran 2010 itu.
Namun, lanjut dia, untuk menggaet juara cukup susah. Hanya dapat medali di kejurprov. Sedangkan, untuk lomba tidak dari pemerintah atau swasta meraih medali perak dan dua emas di RX Series 2024. Juga, juara umum RX Series 2023-2024.
"Saya kurang bisa membagi waktu dan badan sedikit belum fit, mungkin kelelahan jadi memutuskan break dulu. Tapi, pasti balik lagi. Mungkin tahun ini balik fokus lagi ke sepatu roda," kata alumni siswi SMPN 5 Bojonegoro itu.
Pelajar 16 tahun itu menambahkan, karena baru mau balik lagi banyak yang harus dipelajari. Terlebih jika ikut lomba-lomba pasti ada tantangannya. Seperti susah mempelajari trik, karena awalnya atlet speed pindah ke freestyle.
"Jadi, mengulang semua dari awal. Dan, rasa percaya diri saya labil susah dikendalikan. Apalagi ketika lomba ada banyak harapan yang tertuju sama saya, jadi sebisa mungkin harus melakukan yang terbaik. Alhamdulillahnya didukung orang tua dan sekitar," ungkap dia.
Nyssa menambahkan, saat duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) pernah jadi juara 3 festival lomba seni dan sastra nasional (FLS3N) bidang vokal solo. Sedangkan, di popkab RX Series juga mewakili SMK tempatnya sekolah.
"Kalau juara gitu biasanya reward dibelikan makanan yang saya suka. Sisanya disuruh latihan lebih keras lagi buat bangun rasa percaya diri saya," tuturnya. (yna/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana