Pelajar Bojonegoro berhasil meraih juara ajang International Robotic Training and Competition (IRTC) tingkat nasional, berhasil meraih Juara 2 Robot Maze Solving, Juara 1 Robot Line Follower Analog, serta Best Point Robot Line Follower Analog.
HAKAM ALGHIVARI, Bojonegoro
SUASANA awarding menjadi momen yang tidak terlupakan bagi Bojonegoro Robotika. Ketika nama tim tersebut dipanggil, seluruh proses latihan, belajar mandiri, hingga perjuangan menghadapi kendala teknis terasa terbayar lunas.
“Ketika nama tim kami disebut saat sesi awarding. Pada saat itu, seluruh perjuangan dan kerja keras terasa terbayar,” ujar Cindy Ajrin Nur Janah, siswa SMA Negeri 1 Sumberrejo, Bojonegoro.
Tim robotika ini beranggotakan Cindy Ajrin Nur Janah (SMA Negeri 1 Sumberrejo), Maulana Hengki Saputra (SMA Negeri 6 Kabupaten Tangerang), Abid Niko Pratama (SMK Negeri 1 Baureno), Siti Halimatus Sa’diah (SMA Negeri 1 Baureno), Sobiq Titah Abryano (SMA Negeri 1 Baureno), Jesteuva Yelobahy Noyuke (SMA Negeri 1 Bojonegoro), Mochammad Fahrizal Syaputra (SMANSABA), serta Azzahra Nafa Maha Rubicha (SMA Negeri 1 Baureno).
Sebanyak tujuh anggota tim berasal dari Kecamatan Kepohbaru. Sedangkan, satu siswa lain, Mochammad Fahrizal Syaputra dari Kecamatan Baureno.
Di balik prestasi tersebut, perjalanan tim ini dibangun melalui proses belajar mandiri tanpa pelatih khusus. Mulai dari perencanaan robot, pemrograman, hingga evaluasi kesalahan mereka lakukan bersama.
Ketertarikan terhadap robotika sudah tumbuh sejak mereka duduk di bangku SMP. Saat itu, mereka mulai dikenalkan dengan pemrograman sederhana serta logika dasar robot. Minat tersebut semakin kuat setelah mengikuti ajang International Islamic School Robot Olympiad (IISRO). “Melalui kompetisi tersebut, minat kami terhadap robotika semakin kuat. Tidak hanya menambah wawasan teknis, kami juga belajar tentang kerja sama tim, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah,” kata Cindy.
Perjalanan mereka berlanjut melalui komunikasi sederhana antaranggota. Meski melanjutkan pendidikan di sekolah berbeda, mereka sepakat untuk kembali mengikuti kompetisi robotik dan mengembangkan kemampuan bersama.
Tantangan terbesar sempat muncul dua hari sebelum perlombaan. Robot yang dipersiapkan mengalami kendala teknis, sementara waktu persiapan sangat terbatas.
“Tantangan terbesar kami muncul ketika robot mengalami kendala teknis pada H-2 sebelum perlombaan. Dengan waktu persiapan yang sangat terbatas, kami harus tetap tenang dan bekerja sama untuk mencari solusi terbaik,” jelasnya.
Prestasi di ajang IRTC menandakan bahwa pelajar dari daerah pun mampu bersaing di tingkat nasional. Di masa depan, Bojonegoro Robotika berharap bisa terus mengembangkan kemampuan robotika sekaligus menginspirasi generasi muda Bojonegoro untuk berani mencoba dan berinovasi. (kam/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana