Asti Fadzkia Wafa sukses meraih rentetan prestasi membanggakan di bidang pencak silat. Mulai lokal hingga nasional.
DEWI SAFITRI, Bojonegoro
DERETAN medali bersanding dengan piala berjejer rapi di kediaman Asti Fadzkia Wafa. Wujud tekad dan semangat yang tiada henti diutarakan dalam bidang pencak silat.
Bocah 12 tahun itu menapaki gelanggang demi gelanggang, membawa semangat kecil yang terus membesar. Hingga sukses menyabet prestasi mulai dari tingkat lokal hingga nasional.
Langkah Wafa di dunia pencak silat dimulai sejak kelas II SD. Kala itu, dorongan dan dukungan penuh dari kedua orang tua menjadi pintu pertama yang mengantarkannya ke arena latihan.
Setahun berselang, di kelas III SD, Wafa mulai menjajal pertandingan prestasi. Awal menempa mentalnya, jatuh, bangkit, dan kembali bertarung.
“Memilih pencak silat untuk mencari prestasi di bidang yang sesuai dengan hobi dan bakat,” kata warga Desa/Kecamatan Ngambon tersebut.
Pengalaman perdana bertanding di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi titik awal yang tak terlupa bagi Wafa. Ia pulang dengan predikat juara 3.
Pada pengalaman pertama tersebut juga, Wafa mampu menghafal seni jurus tunggal hanya dalam waktu satu minggu. Sejak itu, orang tuanya senantiasa mengikutkan Wafa dalam berbagai kejuaraan di kota-kota Jawa Timur.
Keluwesan Wafa dalam dunia pencak silat tidak diragukan. Ia piawai dalan dua bidang sekaligus, yakni kategori tanding dan seni. Semangatnya nyaris tak pernah padam. Latihan hampir setiap hari jelang kejuaraan dijalaninya tanpa keluh. Duka nyaris tak ada, karena pencak silat bukan sekadar kewajiban, melainkan kegemaran yang telah bersemi menjadi cita-cita.
“Ingin menjadi atlet nasional yang bisa membanggakan negara dan bangsa,” ujar siswa kelas V SDN Ngambon 1 tersebut.
Rentetan prestasi berhasil diraih Wafa. Meliputi, Juara 3 Medali Perunggu Unesa Pencak silat National Challenge Competition II Tingkat Nasional 2024; Juara I Medali Emas Champion Kids Persaudaraan Setia Hati Terate Tingkat Kabupaten 2024; Juara 2 Medali Perak Kejuaraan Pencak silat Nasional Madiun Kota Pendekar Matrial Art Championship I Tingkat Nasional 2025; dan Juara I Medali Emas Kejuaraan Bojonegoro Championship 2025.
Kemudian Juara 3 Medali Perunggu Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD 2025; Juara II Medali Perak Kejuaraan Pencak Silat Surabaya Championship Tingkat Nasional 2025; dan Juara II Medali Perak Kejuaraan Pencak Silat Surabaya Championship Tingkat Nasional 2025. Selanjutnya Juara I Medali Emas Kejuaraan Pencak Silat Malang Championship Tingkat Nasional 2025; Juara I Medali Emas Unesa Magetan Campus V Director CUP Pencak Silat Road To World Achievement 2025; Juara III Medali Perungguk POPKAB III Bojonegoro 2025; dan Juara I Medali Emas Kejuaraan Pencak Silat Ngawi Student Champion Leagua Series I 2025.
Hingga Juara I Medali Emas Kejuaraan Pencak Silat Raja Airlangga Regional Championship Kategori Seni dan Tanding Tingkat Nasional 2025.
“Juga pernah mendapatkan piagam penghargaan sebagai siswa berprestasi di bidang pencak silat dari Bapak Bupati Bojonegoro di Hari Jadi Bojonegoro 2025,” lanjutnya.
Prestasi tersebut tidak berdiri sendiri. Ia diasah melalui ekstrakurikuler pencak silat di SDN Negeri Ngambon I yang menjadi fondasi penting. Juga, dukungan dari kedua orang tua yang menjadi semangat tersendiri. Begitupun, dukungan dari pihak sekolah yang tiada henti.
“Berharap prestasi yang didapatkan sekarang bisa berlanjut sampai SMP, SMA, dan Kuliah. Sehingga, bisa bermanfaat untuk masa depan,” harapnya. (*/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko