Dari hobi, meraih prestasi. Sulistyo Wibowo berhasil menunjukkan bakatnya di pembuatan video dan menjadi juara nasional. Berbagai cara ia lakukan, meski harus pinjam perangkat dari sekolah.
YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro
SULISTYO Wibowo meraih sederet prestasi hanya dalam setahun. Berangkat dari hobinya yang suka membuat video dan mengikuti ekstrakurikuler jurnalistik di sekolah. Bahkan, pelajar akrab disapa Tyo ini memerankan dapat empat bagian sekaligus.
Tak ayal, pemuda yang sangat menguasai skill audio visual berhasil mengantongi setidaknya sembilan juara pembuatan video atau film kabupaten hingga nasional. "Iya, betul sekali. Saya memang sangat menyukai pembuatan video. Apalagi saya merupakan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler jurnalistik di sekolah," ucap pelajar SMAN 1 Sumberrejo ini dengan antusias.
Dalam satu kesempatan, ia bercerita panjang tentang pengalamannya menjadi juara. Dia mengaku, hobi menonton film dan tertarik dengan pembuatannya. Karena kecintaannya ini membuat terus belajar dan kompeten, hingga bisa memegang empat bagian dalam satu pembuatan video. Di antaranya kameramen, sutradara, editor, sampai pemeran itu sendiri.
"Kesulitan atau tantangan ini mungkin bagi saya di device atau perangkat untuk mengedit dan membuat video. Karena saya sendiri untuk pembuatan menggunakan HP merek Redmi Note 13 Pro 5g," katanya.
Jadi, tak jarang meminjam kamera Sony A6400 dari pihak sekolah. Sedangkan, editing sepenuhnya dari gawainya sendiri. Karena itu, keluh Tyo, yang paling sulit terjadi ketika banyak bug saat proses mengedit serta penyimpanan yang penuh.
"Untuk mengatasinya, saya hapus karya terdahulu dan tidak lupa mencadangkan di drive," katanya. Sehingga, lanjut dia, kini memiliki 15 akun google drive untuk back up data agar tidak hilang sepenuhnya.
"Kalau terkait juara menurut saya harus punya mental juara ya. Ini membangun otak agar lebih optimal untuk meraih juara itu sendiri. Jadi, jangan minder dulu kalau musuh kamu se-Indonesia. Tapi, tunjukkan kamu bisa lebih dari musuh itu," ujarnya. Berkat mental itu, pelajar kelas 12 ini berhasil meraih segudang prestasi.
Di antaranya Juara 3 Short Film Sosiologi tingkat nasional 2024 Universitas Negeri Jakarta (UNJ); Juara Harapan 3 FLS3N Film Pendek tingkat Kabupaten Bojonegoro 2025; 10 Nominator terbaik BYVC (Bojonegoro Youth Video Competition) 2025; dan Juara 1 Video podcast isu kesehatan mental tingkat nasional Universitas Atma Jaya (UAJ) 2025.
Selanjutnya, Juara 3 Cipta Puisi tingkat Nasional Universitas Brawijaya 2025; Juara 3 Festival Film UNJ tingkat nasional 2025; 20 karya terbaik video kreatif Institut Pertanian Bogor (IPB University) tingkat nasional 2025.
Kemudian, Juara Harapan Video kreatif IPB University tingkat nasional 2025; Juara 1 video edukasi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tingkat nasional 2025; hingga Nominasi 10 karya terbaik short film tingkat nasional Universitas Indonesia (UI) 2025.
Meski banyak meraih prestasi di pembuatan video atau film, namun Tyo ingin melanjutkan pendidikan yang berbeda dari dari itu. Yakni, kuliah jurusan matematika. "Karena selain hobi di videografi, saya suka belajar matematika sedari kecil. Saya juga pernah Juara 3 Math Competition se-Lamongan. Walau di SMA ini seringkali juara di video," katanya.
Tapi, lanjut dia, juga sering mengikuti olimpiade matematika seperti Olimpiade Siswa Nasional (OSN) 2025. Dan, masih banyak lagi meski tak jadi juara. "Kemungkinan hobi di videografi ini saya gunakan sebagai keahlian sendiri. Bisa saya gunakan sebagai sampingan kerja di masa mendatang seperti videografer, fotografer, dan kreator konten," harapnya.
Tyo menambahkan, ada beberapa tips yang bisa dipakai untuk jadi juara. Yakni jangan lupa berlatih terus, karena latihan terus menerus membentuk skill atau keterampilan meningkat. "Nah, tips terakhir nih, jangan lupa bersyukur kepada tuhan. Karena semua yang kita lakukan tidak akan ada artinya kalau tuhan saja tidak menyetujui," tutur dia. (yna/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana