Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bunga Maria Ratu Justice, Sinden Gen Z dari Desa Kunci, Kecamatan Dander: Lebarkan Sayap Kolaborasi dengan Dalang hingga Rapper

Yana Dwi Kurniya Wati • Senin, 26 Januari 2026 | 09:30 WIB
BERKESENIAN: Bunga Maria Ratu Justice fokus berkesenian sebagai sinden dan punya obsesi melestarikan budaya Jawa.
BERKESENIAN: Bunga Maria Ratu Justice fokus berkesenian sebagai sinden dan punya obsesi melestarikan budaya Jawa.

 

Bunga Maria Ratu Justice bukan dari keluarga penyanyi, bahkan sinden. Tapi, tekadnya melestarikan budaya sudah bulat melalui gending-gending Jawa.


YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro


"Saya bukanlah dari keluarga penyanyi," ucap Bunga Maria Ratu Justice kepada wartawan Radar Bojonegoro. Di malam tanpa bintang, perempuan kerap disapa Justice itu bercerita awal mulanya menjadi sinden.

Bukan hal umum bagi kalangan generasi atau gen Z sepertinya. Dia mengaku, tak lahir dari keluarga seni. Tak ada keluarga yang juga penyanyi atau pesinden. Ia lahir pertama di keluarga. Bahkan, pendidikannya juga tak di bidang kesenian.

Hanya saja, ia mengembangkan ketertarikannya di dunia seni melalui ekstrakurikuler dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) saat menjadi pelajar.

"Saya memiliki passion yang besar dalam bernyanyi dan kesenian sejak kecil. Saya aktif dalam beberapa ekstrakurikuler dan UKM kesenian saat sekolah dan kuliah," ucap gadis 23 tahun ini. Dia bercerita, awalnya lebih dikenal sebagai penyanyi dangdut.

Namun, karena pada 2023 ada kesempatan mewakili kampus dalan event Pekan Kebudayaan Daerah Bojonegoro dan diminta secara mendadak menyeimbangkan penampilan, ia memutuskan menyanyikan lagu keroncong.

Dari itu, ia mulai diajak berkolaborasi dan dilatih untuk meningkatkan kemampuan bernyanyi, terutama dalam bidang sinden. Tentu, baginya yang awal menemui banyak tantangan. "Namun, daya selalu berusaha tetap kuat dan fokus pada tujuan. Saya percaya bawah setiap tantangan adalah kesempatan untuk belajar dan tumbuh," tuturnya.

Ia mengatakan, selalu berusaha mengambil pelajaran dari setiap pengalaman. Kesulitan menghafal lagu dan cengkok pesinden menjadi tantangan berat tersendiri. Sebab, beda dengan dangdut yang sebelumnya digeluti.

"Kalau dengan cara saya sendiri itu harus menyendiri di suatu ruangan dan fokus untuk menghafalkannya," imbuh lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Bojonegoro itu.

Selain itu, kata dia, sebagai sinden juga harus selalu berusaha menjaga fisik dan mental. Karena ia tahu betul itu sangat penting untuk menjalani karir hingga sukses. Namun, meski katanya terbilang baru menjadi sinden, ia sudah beberapa kali di studio rekaman.

Berkolaborasi dengan dalang dari Tuban hingga rapper Bojonegoro. Pesinden asal Desa Kunci, Kecamatan Dander ini sudah sering menerima job atau tanggapan.

Dari mengiringi sandur pakeliran di hari ulang tahun salah satu desa, tampil saat perayaan tahun baru 2025 di Pendapa Malowopati, hingga acara-acara komunitas seperti peluncuran majalah dari Perpustakaan Jenggala.

Justice sangat berharap, jika ada kesempatan melestarikan budaya Jawa tak akan dilewatkan. Terutama di daerah Bojonegoro melalui lagu-lagu tradisional yang diiringi gamelan itu.

"Kalau diberi kesempatan, saya sangat menginginkan melestarikan budaya Jawa terutama daerah Bojonegoro dengan nyinden ini," harap dia. (yna/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pesinden #keroncong #penyanyi #Budaya #kesenian #sinden #bojonegoro #UKM #Maha #IKIP PGRI Bojonegoro #Gen Z