Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Radar History: Ketika Naskah Soal dan Kunci Jawaban Diduga Bocor dalam Seleksi CPNS Depag Bojonegoro 2005 Silam

Yana Dwi Kurniya Wati • Minggu, 25 Januari 2026 | 08:30 WIB
TAK SEHAT: Rekrutmen CPNS 2024 tak sehat, ditengarai diwarnai korupsi, kolusi, dan nepotisme.
TAK SEHAT: Rekrutmen CPNS 2024 tak sehat, ditengarai diwarnai korupsi, kolusi, dan nepotisme.

 

BUKAN barang baru, proses rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) dinilai penuh kontroversi. Kecurangan seleksi pegawai yang digadang sebagai pekerjaan primadona ini kerap kali mencuat. Dilansir Jawa Pos Radar Bojonegoro edisi Januari 2005, tepat 20 tahun silam, kebocoran naskah soal dan kunci jawaban mengguncang Bojonegoro.


Indikasi adanya permainan orang-orang dalam lingkungan Kantor Departemen Agama (Kandepag) Bojonegoro semakin menguat karena SK Wiyata Bakti asli tapi palsu dari sebagai salah satu syarat mendapat dari MAN Ngraho. Saat itu panitia tidak melibatkan polisi dalam penanganan naskah.

Hal ini diungkapkan Kabag Bina Mitra Polres Bojonegoro Warsilan. Meski telah menawarkan berkali-kali untuk pengamanan tapi ditolak pihak panitia. "Sebab, pihak kepolisian tidak dilibatkan sama sekali," ujarnya.

Sementara itu, terkait dugaan kebocoran naskah soal dan kunci jawaban, dia mengaku tidak mengetahui sama sekali. "Kebocoran itu murni tanggung jawab pihak bersangkutan. Kami tidak tahu menahu jika hal itu benar-benar terjadi," bebernya.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro Agus Susanto Rismanto memastikan, indikasi kebocoran itu dari hasil investigasi komisinya sebelum dan sesudah tes. Meski demikian, dia belum bisa menyimpulkan dari mana kunci jawaban itu didapat.

"Ada berbagai kemungkinan dari mana kunci jawaban tersebut didapat. Misalnya, ada struktur mulai pusat, provinsi, hingga kabupaten. Namun, sampai saat ini permainan struktural itu be-lum kami temukan. Dan, sampai saat ini, kami masih menduga hal itu dilakukan oleh pihak ketiga," tudingnya.

Karena temuannya itu, dia dipanggil polres untuk membuktikannya. Ia mengaku siap memenuhi undangan Kapolres Bojonegoro AKBP Coki Manurung itu.

"Sebagai ketua komisi A, saya siap membantu pihak polres untuk mengusut dugaan tersebut. Saya siap beberkan semua data yang saya miliki," katanya.

Sementara itu, kabar tergres dari proses rekrutmen CPNS Kandepag , pemberkasan untuk beberapa pendaftar yang dinyatakan lulus seleksi dilakukan di rumah salah satu pegawai kantor itu.

Informasi yang diterima Radar Bojonegoro, ada 63 nama menjalani pemberkasan di rumah Sekretaris Panitia Rekrutmen CPNS Kandepag Bojonegoro M. Jahja, Jalan Dewi Sartika, Bojonegoro.

"Mestinya mereka menjalani pemberkasan Kamis lalu di kantor (kandepag, Jalan Pattimura, Bojonegoro), untuk melengkapi syarat sebagai CPNS," kata sumber di Kandepag Bojonegoro.

Namun, M. Jahja ketika dikonfirmasi membantah kabar tersebut. "Gak benar isu itu," katanya.

Yang benar, lanjut Jahja, pemberkasan dilanjutkan Minggu besok karena Senin pagi semua berkas tersebut sudah harus sampai di Kanwil Depag Jawa Timur. "Karena itu, pemberkasan yang belum selesai dilanjutkan Minggu, tempatnya ya di kantor Depag, bukan rumah saya," lanjutnya.

Dugaan pemerian SK asli tapi palsu juga muncul dari SMPN 1 Sugihwaras. Namun, Kepala SMPN 1 Sugihwaras Pamuji membantah dugaan tersebut. "Mana mungkin saya berani memberikan SK wiyata bakti kalau dia selama tujuh tahun tidak pernah mengabdi di sekolah saya?" katanya.

Terkait dua orang yang diberi SK wiyata bakti dan kebetulan diterima menjadi CPNS depag memang tidak selalu datang ke SMPN 1 Sugihwaras sebagai tenaga pengajar. Keduanya mempunyai tanggung jawab sebagai tenaga pengajar di SMP terbuka yang menginduk di SMPN 1 Sugihwaras.

Pamuji berkali-kali meyakinkan bahwa SK yang diberikan bukan aspal atau asli tapi palsu. Kalau masih ada yang meragukan, dia bersedia menjelaskan dan memperlihatkan sejumlah bukti. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Depag #polres bojonegoro #kebocoran #Departemen Agama #radar bojonegoro #naskah soal #kunci jawaban #dprd bojonegoro #ngraho #bojonegoro #cpns