Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ramadiansyah Setiyawan, Peraih Medali Perak Individu Pelajar U-12 Putra Fornas VIII 2025: Bertekad Bawa Bojonegoro Membanggakan di Kancah Internasiona

Dewi Safitri • Jumat, 16 Januari 2026 | 08:30 WIB
JUARA: Ramadiansyah Setiyawan berhasil meraih Medali Perak Individu Pelajar U-12 Putra Fornas VIII 2025
JUARA: Ramadiansyah Setiyawan berhasil meraih Medali Perak Individu Pelajar U-12 Putra Fornas VIII 2025

 

Bagi Ramadiansyah Setiyawan. Panahan bukan hanya melayangkan anak panah, atlet 12 tahun ini juga membawa harapan sekaligus tekad kuat untuk kemajuan panahan tradisional di Bojonegoro.


DEWI SAFITRI, Bojonegoro


Di usianya yang menginjak 12 tahun, Ramadiansyah Setiyawan telah akrab dengan sunyi lapangan dan desir angin yang tak pernah bisa ditebak.

Dari tangan siswa kelas VI SD Muhamadiyah 2 Bojonegoro tersebut, busur ditarik bukan sekadar untuk mengejar angka. Melainkan untuk menata hati dan menumbuhkan keyakinan.

Panahan tradisional menjelma jalan hidup. Tempatnya belajar sabar, pasrah, dan berani menantang keadaan, bahkan ketika cuaca dan keadaan tak berpihak.

Pria akrab disapa Rama itu mengenal panahan sejak usia belia, bahkan sebelum mengeja mimpi di bangku sekolah dasar. Taman Kanak-kanak menjadi saksi awal perjumpaannya dengan busur dan anak panah. Bermula dari kebiasaan sederhana, mengantar sang kakak berlatih. Dari pinggir lapangan itulah, benih kecintaan tumbuh, pelan namun pasti.

Panahan tradisional bagi Rama bukan sekadar olahraga. Ia adalah laku batin. Sunnah Rasulullah yang diyakini membawa pahala, sekaligus jalan menempa diri. Menarik busur berarti menata napas, mengunci konsentrasi, dan meredam gejolak emosi.

‘’Panahan membutuhkan tingkat ketenangan dan konsentrasi dalam membidik anak panah untuk bisa mengenai target,’’ terangnya.

Pengalaman paling membekas hadir di ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) ke VIII di Nusa Tenggara Barat pada Juli 2025. Angin pesisir berhembus kencang, menjadi tantangan tersendiri. Rama harus melalui adu ketat melawan tiga provinsi, Jawa Barat, Papua, dan Kalimantan untuk memperebutkan peringkat 14, 15, dan 16. Hingga akhirnya, ia berhasil berdiri berhadapan dengan Kalimantan Timur di babak final. Medali perak pun sukses diraih.

Ketegangan serupa pernah ia rasakan di Klaten. Hujan lebat memaksa pertandingan dihentikan hingga 90 menit. Anak panah basah, cadangan pun sama. Sempat runtuh, namun doa kembali ditegakkan. Bertanding dengan keyakinan, Rama keluar sebagai juara pertama.

Ada pula cerita getir, dua hari jelang laga, enam anak panah patah karena bantalan ambruk diterpa angin. Padahal itu arrow yang telah disortir. Meski menjadi tantangan tersendiri. Namun, Rama menikmati setiap prosesnya. Suka dan duka semua menjadi cerita. Sukanya, ia bisa berkeliling dari daerah ke daerah lain, bahkan hingga luar pulau.

‘’Mempunyai pengalaman, baik di Jawa Timur, Bandung, Bogor, sampai luar Jawa. Meraih kemenangan menjadi hal yang saya suka,’’ kata bocah laki-laki tinggal di Kelurahan Klangon tersebut.

Nikmat dari pencipta beriring dengan dukungan orang tua, keluarga, pelatih, guru, dan teman-teman menjadi semangat tersendiri bagi Rama untuk terus melangkah maju. Dereten prestasi pun berhasil diraih dengan membanggakan. Mulai dari juara di tingkat Kabupaten, Provinsi, hingga Nasional.

Diantaranya, Juara Harapan 2 Event Festival Majapahit Memanah Seri 1 di Mojokerto 2023; Juara 1 Kejuaraan panahan cabang Fespati Bojonegoro 2024; Juara 3 Milad Muhamadiyah Surakarta 2024; Medali Perak Kelompok Mahir Festival Majapahit Memanah Seri 3 di Mojokerto 2025; Juara 1 Bojonegoro Archery Festival di Bojonegoro 2025; Juara 2 Kejurcab Fespati 2 Bojonegoro 2025; Medali Emas Fespati Jatim Archery Tournament 2025; Medali Emas Laga Bersama Al-Fatah di Temboro Magetan 2025; Juara 1 Kejuaraan terbuka panahan tradisional tingkat nasional piala KORMI Klaten di Klaten 2025; Juara 2 Laga Bersama Kesatria Alit Bojonegoro Kategori U12 2025; Juara 3 Kesatria Alit di Bojonegoro 2025; Medali Perak Individu pelajar U12 putra FORNAS VIII di NTB 2025; Medali Perunggu Kualifikasi Individu pelajar U12 putra FORNAS VIII di NTB 2025; Medali Perak Al-Fatah Laga Championship di Temboro Magetan 2025; Medali Perak perlombaan panahan Horsebow On Ground Suralaga 2025 di Surakarta 2025; dan Juara 2 Festival Busur Tradisional Mix Bow di Bojonegoro 2025.

Rama berharap, panahan tradisional bisa berkembang di Bojonegoro. Juga, mendapat dukungan dari pemerintah. Sama seperti olahraga lainnya. Untuk itu, ia bertekad bisa mengibarkan bendera Bojonegoro di event-event nasional hingga internasional.

‘’Saya ingin bisa berlaga di Fatih Kupasi Turki, event panahan internasional yang dijadikan ajang oleh pemanah tradisional dari penjuru dunia,’’ ujarnya menyampaikan impian.  (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Fornas #Fornas viii #Busur #SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro #panahan #olahraga #panah #bojonegoro #PANAHAN TRADISIONAL #anak panah