Tilik Lapak Buku dan Baju Komunitas Penggerak Literasi Bojonegoro: Biar Lebih Mandiri dalam Menggelar Diskusi Buku

Yana Dwi Kurniya Wati • Dipublikasikan Senin, 22 Desember 2025 | 16:30 WIB
LITERASI: Upaya mengumpulkan dana untuk menggelar kegiatan diskusi buku dengan cara membuka lapak buku dan baju tebus murah di CFD Alun-Alun Bojonegoro, Minggu (21/12).
LITERASI: Upaya mengumpulkan dana untuk menggelar kegiatan diskusi buku dengan cara membuka lapak buku dan baju tebus murah di CFD Alun-Alun Bojonegoro, Minggu (21/12).

 

Kurang dana bukan halangan untuk terus menjaga nalar kritis. Sejumlah pemuda tetap mencari cara memberdayakan yang ada untuk menggerakkan literasi. Membuka lapak tebus murah baju dan buku untuk kontribusi diskusi buku, Minggu (21/12) di CFD Alun-Alun Bojonegoro.


YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro


BERALASKAN banner bekas, sejumlah pemuda terlihat menata buku-buku dan baju bekas layak pakai di pojok Satlantas Bojonegoro di Car Free Day (CFD) Alun-Alun Bojonegoro, Minggu (21/12).

"Ayo dibeli kakak-kakak bajunya mulai Rp 2.000-5.000 dan bukunya mulai Rp 5.000. Uang dikontribusikan untuk kegiatan literasi," ujar sejumlah penggerak literasi itu sahut-menyahut.

Lalu lalang pejalan CFD mulai menghampiri. Tak jarang anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu paruh baya memilih dan mencoba berbagai model baju.

Dari kebaya, batik, sampai celana kerja. Sering kali buku-buku juga dibaca dan dibeli. Firdha Putri Ambarwati salah satu penggerak literasi mengungkapkan maksudnya membuka lapak. Firdha, sapaannya mengatakan, lapak tebus murah itu kali pertama digelar.

Barang-barang dari donasi kawan-kawan sekitar yang tergabung dalam komunitas literasi dan jurnalis. Yakni, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro dan Perpustakaan Jenggala. Dia meneruskan, lapak ini bukan sekadar jualan.

Tapi, juga kegiatan menggalang dana untuk kegiatan literasi. "Kami buka lapak untuk mendukung literasi. Khususnya untuk kegiatan diskusi buku Reset Indonesia besok Selasa (23/12)," imbuhnya.

Firdha mengungkapkan, lapak itu bermula dari kegelisahan dana penyelenggaraan yang tidak mencukupi. Sehingga, lanjut dia, kawan-kawan penggerak literasi berinisiatif biar lebih mandiri maka memberdayakan apa yang ada. Dari baju bekas layak pakai hingga buku bekas layak baca dan baru.

Harganya dibanderol mulai Rp 2.000-5000 per baju dan Rp 5.000-15.000 untuk buku. "Punyanya baju dan buku, makanya jual itu. Harapan kami adanya lapak tebus murah ini bisa menggerakkan dan memantik kesadaran warga ikut ngobrol masalah dihadapi dan menghubungkan temuan tim jurnalis, penulis buku Reset Indonesia," ujarnya. (yna/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
Lapak aliansi jurnalis independen aji diskusi buku satlantas bojonegoro Buku bojonegoro cfd alun-alun alun-alun bojonegoro literasi Perpusatakaan nalar kritis