Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

M. Zidane Redha Az Zuhayr, Kiper Bhayangkara FC U-18 Asal Kapas: Semangat Sempat Turun Akibat Diremehkan Tetangga

M. Irvan Romadhon • Kamis, 4 Desember 2025 | 16:00 WIB
JAGA GAWANG: M. Zidane Redha Az Zuhayr mulai meniti karirnya sebagai kiper Bhayangkara FC U-14.
JAGA GAWANG: M. Zidane Redha Az Zuhayr mulai meniti karirnya sebagai kiper Bhayangkara FC U-14.

 

Berawal masuk di Bhayangkara FC U-14 sebagai kiper pelapis keempat, M Zidane Redha Az Zuhayr kini kembali menjadi bagian Bhayangkara FC U-18 untuk kompetisi EPA Super League U-18. Bahkan, bulan lalu sempat dipanggil seleksi timnas sepak bola U-17.


IRVAN RAMADHON, Bojonegoro


KECINTAAN pada sepak bola dan cita-cita untuk menjadi pemain sepak bola profesional menjadi pelecut semangat M. Zidane Redha Az Zuhayr. Sejak kecil Zidane sudah menekuni sepak bola hingga kini bisa bergabung menjadi penjaga gawang Bhayangkara FC U-18.

Perjalanan penjaga gawang asal Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas bersama Bhayangkara FC berawal pada 2022. Di 2022 Zidan bergabung untuk mengikuti turnamen Elite Pro Academy (EPA) U-14. Namun, kala itu sebagai kiper pelapis keempat.

‘’Untuk turnamen EPA U-14 dan International Youth Football Tournament DCT KBPP Polri. Namun, tidak mendapatkan menit bermain,” jelas penjaga gawang 16 tahun tersebut. Pada 2023 Zidane ingin kembali berseragam Bhayangkara U-18 dengan mengikuti seleksi, namun gagal.

Sehingga tidak bisa mengikuti kompetisi EPA. Kesempatan bermain di EPA datang pada 2024 ketika bergabung ke PSIS Semarang U-16. ‘’Di PSIS mendapat banyak pengalaman dan berkembang lebih baik dari sebelumnya,” ujar siswa SMAN 2 Taruna Pamong Praja tersebut.

Lalu, di 2025 ini Zidane kembali menjadi bagian Bhayangkara FC U-18. Bahkan menjadi kiper utama untuk mengarungi kompetisi EPA Super League U-18. ‘’Perasaan tentu sangat senang, bisa kembali ke Bhayangkara FC lagi dengan diri yang lebih baik dari sebelum sebelumnya,” terang alumni SMPN 2 Bojonegoro tersebut.

Selama di Bhayangkara U-18, Zidane menjalani latihan yang jauh berbeda dengan saat di sekolah sepak bola (SSB). Terutama wawasan dan ilmu terkait taktikal. Selain itu, ketika bermain di kompetisi EPA atmosfer pertandingan lebih keras, cepat dan bagus.

Terlebih karena di kompetisi tersebut tersebut berkumpul pemain terbaik dari seluruh Indonesia. ‘’Alhamdulilah bisa cepat beradaptasi tanpa kesulitan,” jelas siswa kelas 11 tersebut.

Sebagai pemain sepak bola Zidane menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya ketika dulu waktu kali pertama atau awal bermain bola banyak tetangga yang meremehkan. Bahkan, membuat mental turun dan hampir menyerah.

Untungnya orang tua tetap meyakinkan dan kini berhasil bergabung ke salah satu klub yang berkiprah di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Di kompetisi EPA tahun ini Zidane sudah bermain delapan kali dengan dua kali clean sheet (tanpa kebobolan) dan mencatatkan 24 penyelamatan.

‘’Bermain untuk tim epa U-18 bisa menjadikan jembatan untuk menuju ke timnas Indonesia dan promosi ke tim senior Bhayangkara FC,” ungkap penjaga gawang asal Akademi Sepak Bola Bintang Muda Bojonegoro tersebut.

Zidane sendiri baru saja mengikuti seleksi untuk timnas sepak bola U-17. Kesempatan tersebut muncul ketika pada 7 November lalu Bhayangkara FC U18 melaksanakan uji coba dengan Timnas U-17 di Yogyakarta.

Pada saat itu Zidane bermain penuh 90 menit sampai akhir pertandingan. Setelah pertandingan tersebut mendapat informasi dari dengan pelatih kepala Bhayangkara FC U-18 Coach Sahrul Kurniawan untuk segera bersiap karena diminta untuk mengikuti seleksi timnas di Yogyakarta.

‘’Pada 14 November dipanggil untuk bisa mengikuti seleksi timnas di Yogyakarta,” ungkapnya.

Selama seleksi latihan dijalani dua sampai tiga kali sehari. Latihan terdiri atas latihan di gym dan lapangan sepak bola. Selain itu, waktu istirahat harus cukup, makan harus terjaga, harus menaati peraturan dan jika melanggar ada denda. ‘’Hasil seleksi belum keluar,” jelasnya. (irv/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bhayangkara fc #polri #bhayangkara #seleksi timnas #Sepak Bola #ssb #Lapas #psis semarang #Timnas U-17 #bojonegoro #kiper #psis #Super League #EPA Super League #SMAN 2 Taruna Pamong Praja