SMPN 1 Dander, Kabupaten Bojonegoro menggelar program kokurikuler dengan mengusung konsep No Backpack Day atau hari tanpa tas ransel. Dalam kegiatan itu siswa menggunakan berbagai barang unik dan menarik untuk wadah alat tulis dan bekal.
IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
PEMANDANGAN tak biasa terjadi di SMPN 1 Dander Rabu (12/11) lalu. Siswa SMP di Jalan Raya Bojonegoro-Nganjuk tersebut ke sekolah tanpa menggunakan tas ransel seperti biasanya.
Sebaliknya, siswa hadir dengan berbagai ide kreatif yang tidak biasa. Ada yang membawa bekal menggunakan sangkar burung, besek kondangan, gerobak es krim mainan, sepeda roda tiga, hingga yang paling menarik perhatian adalah siswa yang membawa bekal dengan wadah berupa ban truk bekas.
Kegiatan No Backpack Day tersebut sebagai bagian dari program kokurikuler bertema Gizi Seimbang. Tujuannya menanamkan kebiasaan membawa bekal sehat sekaligus mendorong kreativitas siswa dalam mengemas barang bawaan.
Pada hari tersebut, seluruh siswa diwajibkan membawa bekal bergizi seimbang. Namun tidak diperkenankan memakai tas sekolah seperti biasanya. Mereka justru diminta menggunakan wadah kreatif yang unik dan menarik.
Koordinator kokurikuler kelas 7 dan 8 SMPN 1 Dander Anas Sugianto, menyampaikan, bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara seru-seruan, tetapi sarana edukasi nyata.
“Melalui No Backpack Day, kami ingin mengajak siswa berpikir berbeda, berani mencoba hal baru, dan tetap mengutamakan bekal bergizi seimbang. Kreativitas wadah hanyalah pemantik agar kegiatan lebih menyenangkan, namun inti utamanya tetap edukasi tentang pola makan sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Dander, Abdul Ghofur, mengapresiasi antusiasme siswa dan guru dalam menyukseskan kegiatan ini.
Ke depan kegiatan tersebut dapat menjadi budaya positif yang terus berkembang dalam upaya membentuk siswa yang sehat, kreatif, dan berkarakter.
“Kami sangat bangga melihat bagaimana siswa dapat memadukan kreativitas dengan pembiasaan hidup sehat. Kegiatan seperti ini penting untuk membangun karakter positif, kemandirian, dan kepedulian terhadap kesehatan. Semoga semangat ini terus berlanjut dalam kegiatan-kegiatan berikutnya,” ungkapnya.
Selain menampilkan kreativitas, kegiatan ini juga menjadi momen pembelajaran tentang pentingnya komposisi bekal sehat, mulai dari karbohidrat, protein, sayuran, buah, serta minuman yang diperlukan tubuh.
Guru memberikan pendampingan dan contoh agar siswa benar-benar memahami konsep gizi seimbang dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (*/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko