Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Roudhotus Sholihah Salsabila, Juara 1 Cipta Cerpen SMA Awards 2025: Berhasil Tumbangkan 10.329 Peserta se-Jawa Timur

Yana Dwi Kurniya Wati • Senin, 27 Oktober 2025 | 15:30 WIB
BANGGA: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan trofi dan piagam Juara 1 Cipta Cerpen SMA Awards 2025 kepada Roudhotus Sholihah Salsabila, Kamis (23/10).
BANGGA: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan trofi dan piagam Juara 1 Cipta Cerpen SMA Awards 2025 kepada Roudhotus Sholihah Salsabila, Kamis (23/10).

 

Roudhotus Sholihah Salsabila baru kali pertama ikut lomba, namun berhasil menjadi juara pertama. Mengalahkan sebanyak 10.329 peserta SMA se-Jatim. Meski perdana, ia merasa terpacu untuk terus menekuninya.


YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro


’’JUARA pertama untuk kategori cipta cerpen, selamat untuk Roudhotus Sholihah Salsabila dari SMAN 1 Kedungadem,” teriak semangat MC dalam cuplikan video penganugerahan SMA Awards 2025, Kamis (23/10).

Siswi kerap disapa Bella itu naik ke atas panggung dan menerima sejumlah penghargaan. Pascapenganugeragan diberikan, keesokan harinya Jawa Pos Radar Bojonegoro berkesempatan mewawancarai.

Ia bercerita perjalanannya yang tak menyangka menjadi juara pertama dalam lomba level provinsi itu. Perasaan bangga, bahagia bercampur jadi satu. Dalam lomba digelar Dinas Pendidikan Jawa Timur bekerja sama dengan Jawa Pos itu, Bella tak menyangka bisa meraih juara pertama, terlebih di lomba perdananya.

’’Tidak pernah mengikuti apapun, ini juara perdana dan Alhamdulillah menang juara 1,” tutur pelajar asal Kecamatan Kedungadem itu. Ia bercerita, awalnya tidak hobi menulis apalagi suka pelajaran Bahasa Indonesia.

Namun, karena mengikuti lomba jadi lebih sering bikin coret-coret untuk dibuat cerita pendek atau cerpen. ’’Pelajaran Bahasa Indonesia itu suka biasa aja, tidak terlalu suka,” ngakunya. Bahkan, ia lebih menyukai pelajaran seni budaya dan agama.

Sebelumnya, juga menempuh pendidikan di TK Islam Albanun, SD Islam Nabawi, serta MTs Nabawi. ’’Saya juga dari TK sekolahnya di sekolah ngaji, jadi suka pelajaran agama,” katanya. Sehingga, lanjut Bella, tidak ada kiat atau cara khusus untuk menjadi juara saat itu.

Hal itu tumbuh dari hati dan nurani pikiran sendiri. Bahkan, untuk sharing atau berbagi dengan guru hanya saat ada pelajaran Bahasa Indonesia. Ia mengungkapkan, cerpen yang berhasil menumbangkan hingga puluhan ribu peserta itu bercerita tentang seorang guru sejarah yang terancam dengan kehadiran teknologi di dunia pendidikan.

Kemudian, dinas pendidikan meluncurkan program Akselerasi Digital Sekolah yang mampu mengubah sekolah menjadi salah satu pelopor digitalis pendidikan.

’’Cerpen yang saya buat menyoroti konflik antara metode pengajaran tradisional dan implementasi teknologi dalam pendidikan. Serta, dampak digitalisasi terhadap leran guru dan fokus pembelajaran,” ujarnya.

Karena tema tentang Pendidikan, jadi ia berpikir membuat perihal bekawan dengan teknologi di dunia pendidikan. Berawal dari sini, pelajar 17 tahun itu berkeinginan menjadi penulis hebat. Tokoh diidolakan yakni Tere Liye.

Ia pun kini sering membaca buku-buku. ’’Alhamdulillah sekarang sering baca buki dan cerpen gitu,” ucapnya. (yna/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Jawa Timur #cerpen #teknologi #Dinas Pendidikan #Lomba #Jatim #Kedungadem #bahasa indonesia #sma #menulis #SMA Awards #Jawa Pos #Juara pertama