Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Yuangga Onarisal, HRD Pehobi Trail Runner: Berawal Tak Punya Waktu, Pilih Lari di Gunung

Dhani Wahyu Alfiansyah • Jumat, 24 Oktober 2025 | 16:30 WIB
RUTE MENANTANG: Yuangga Onarisalsaat lari di rute menantang, mulai dari enam gunung di Jawa Timur hingga perbukitan di sekitaran Mojokerto.
RUTE MENANTANG: Yuangga Onarisalsaat lari di rute menantang, mulai dari enam gunung di Jawa Timur hingga perbukitan di sekitaran Mojokerto.

 

Setiap orang punya cara untuk melepas penat dari rutinitas. Seperti yang dirasakan Yuangga Onarisal. Di sela kesibukan, ia memilih berlari, bukan di jalan kota, tapi di jalur-jalur gunung dan perbukitan.


DHANI WAHYU ALFIANSYAH, BOJONEGORO


Rutinitas sebagai Human Resource Development (HRD) atau Pengembangan Sumber Daya Manusia, tak membuat Yuangga kehilangan semangat untuk tetap aktif. Pria yang tinggal di Desa Campurejo, ini justru menemukan keseimbangan hidupnya di jalur gunung dan bukit yang terjal. “Menggemari lari sejak 2018 kemudian mulai fokus ke trail run pada 2020,” tuturnya membuka cerita.

Hobi berlari itu bermula dari keinginan sederhana untuk menjaga kebugaran di tengah padatnya aktivitas kerja. Namun, semakin lama, Langkah kaki membawanya ke lintasan-lintasan alam liar yang menantang. Alasan Yuangga memilih trail run terbilang unik.

“Alasannya karena gak punya banyak waktu buat naik gunung dan ribet bawa perlengkapan camping, jadi biar satset dapet hawa seger akhirnya terjun ke trail run aja,” ujarnya sambil tersenyum.

Kini, hampir setiap akhir pekan, Yuangga menghabiskan waktu di alam terbuka. Ia sudah menjajal berbagai rute menantang, mulai dari enam gunung di Jawa Timur hingga perbukitan di sekitaran Mojokerto, tempat kelahirannya.

Meski hanya menyalurkan hobi, prestasinya tak bisa dianggap remeh. “Larinya cuma buat nyalurin hobi aja, paling mentog di Ring Of Lawu 2025 peringkat 9 kategori 100K (kilometer) individu, sama Trail Run 2025 masuk peringkat 10 by category di 50K,” ujarnya merendah.

Meski demikian, Yuangga tak ingin berhenti di situ. Ia berharap hobinya bisa menjadi inspirasi bagi orang lain untuk berani mencoba hal serupa.

“Semoga ga pernah bosen sama trail run dan bisa menginspirasi banyak orang untuk ikut lari khususnya trail run,” pungkasnya.

Meski kesibukan kerja kerap menyita waktu, Yuangga tetap menjaga ritme hidupnya lewat langkah-langkah kecil di jalur terjal. Baginya, trail run bukan sekadar olahraga, tapi cara sederhana untuk tetap waras di tengah rutinitas.

Dari Bojonegoro hingga gunung-gunung Jawa Timur, ia terus berlari bukan untuk kejar juara, tapi untuk menemukan versi terbaik dari dirinya sendiri. (dan/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Jawa Timur #hrd #Trail Runner #Aktivitas #trail run #kerja #camping #ring of lawu #Kebugaran #rutinitas #bukit #Gunung