RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke 329 pada Oktober 2006 dirayakan digelar dengan berbagai kegiatan. Mulai acara pengambilan api abadi di Kahyangan Api, tasyakuran di pendapa pemkab pada Rabu, 19 Oktober 2006. Namun pengambilan api abadi tanpa upacara adat.
Kemudian pada Kamis, 20 Oktober 2006 upacara di alun-alun kota. Pada perayaan tahun sebelumnya atau 2005 tidak ada upacara seperti di 2006.
Bupati Bojonegoro kala itu M. Santoso mengatakan hari jadi diperingati setiap tahun, tepatnya setiap 20 Oktober. Peringatan HJB tersebut merupakan bentuk rasa terimakasih kepada para pendahulu.
''Atas segala perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan waktu dulu. Sehingga pada 2006 Bojonegoro di usia ke-329 terwujud keadaan yang aman dan damai," ungkapnya ketika acara syukuran Rabu malam.
Bupati Santoso mengajak kepada seluruh komponen masyarakat bersama-sama membangun Bojonegoro. Terlebih dengan hadirnya industri minyak dan gas bumi, segenap masyarakat bisa menyampaikan saran dan masukan sekaligus solusi yang terbaik dalam memajukan pembangunan di Bojonegoro.
Sementara itu, Kasubdin Humas dan Media Informasi Johny Nur Hariyanto menambahkan kegiatan lain untuk merayakan HJB antara lain ziarah ke makam leluhur serta pengambilan api abadi di Kahyangan Api Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem.
''Prosesi pengambilan api abadi tidak dilakukan secara tradisional dan tidak menampilkan tarian-tarian atau upacara adat. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana