Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Radar History: Menilik Kembali Kecelakaan KA Kargo Bensin Premium 2005 di Cepu, Sempat Sebabkan Kelangkaan BBM di Bojonegoro-Blora

M. Irvan Romadhon • Minggu, 7 September 2025 | 20:44 WIB
(Dok. Radar Bojonegoro)
(Dok. Radar Bojonegoro)

 

SEKITAR 20 tahun silam, terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Bojonegoro dan Blora. Penyebabnya, gerbong kereta api pengangkut premiun kecelakaan di perlintasan Ketapang, Kecamatan Cepu.


Laporan Irvan Ramadhon dan Yana Dwi Kurniya Wati


TERBAKAR dan meledaknya gerbong tangki pengangkut premium (bensin) setelah tertabrak pikap di lintasan KA Ketapang, Cepu terjadi pada 23 September 2005 lalu. Berdasarkan arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro kecelakaan tersebut disebabkan kelalaian manusia (human error). Sehingga mengakibatkan tabrakan dan empat gerbong pengangkut premium terbakar.

Kapolda Jateng yang dijabat Irjen Chaerul Rasyid mengatakan, tidak ada unsur kesengajaan dalam kecelakaan tersebut. Namun ada unsur kelalaian.

Terlebih perlintasan tempat kejadian perkara tanpa palang pintu, hanya dijaga seorang petugas.

Kecelakaan tersebut berdampak pada terbakarnya gerbong kereta yang membawa premium. Selain itu, beberapa bangunan milik warga turut terbakar. Total tujuh bangunan habis terbakar.

Kecelakaan kereta pengangkut premium dengan pikap tersebut membuat pasokan bensin Bojonegoro dan Blora terganggu. Sejak 24 September warga mulai kesulitan mendapatkan bensin. Sebab beberapa SPBU, terutama d wilayah barat tidak mendapatkan pasokan paska kecelakaan.

Kepala Depot Pertamina Cepu saat itu Soedarsono mengaku kecelakaan tersebut menghambat pasokan bensin dari Yogyakarta ke Cepu.

Akibat terhambatnya pengiriman, stok berkurang. Buntutnya jatah untuk wilayah Bojonegoro sementara dihentikan.

Menurut Soewarsono ketika gerbong yang terbakar sudah diangkat dan selesai diidentifikasi pasokan baru kembali lancar dan normal.

Selain mengganggu pasokan bensin, kecelakaan tersebut membuat Pertamina rugi sekitar Rp 1 miliar (M). Terlebih bensin dan gerbong terbakar.

''Empat gerbong terbakar, lima gerbong berhasil diselamatkan," ungkapnya. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#spbu #premium #ketapang #bbm #kelangkaan BBM #radar bojonegoro #cepu #arsip #bojonegoro #bensin #Gerbong #perlintasan #blora #kelangkaan bahan bakar minyak