Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dedy Indra Setiawan, Peraih Penghargaan Khusus Cerita Terbaik dalam Porsenasma V: Dari 31 Jahitan, Lahir Cerita Terbaik untuk Negeri

Dewi Safitri • Selasa, 19 Agustus 2025 | 02:58 WIB

 

SEMANGAT: Dedy Indra Setiawan, berhasil meraih penghargaan khusus cerita terbaik dalam Porsenasma V.
SEMANGAT: Dedy Indra Setiawan, berhasil meraih penghargaan khusus cerita terbaik dalam Porsenasma V.

Sebanyak 31 jahitan di lutut Dedy Indra Setiawan bukan alasan untuk menyerah, apalagi kalah. Pemuda 20 tahun ini berhasil meraih penghargaan khusus Cerita Terbaik dalam Pekan Olahraga dan Seni Nasional Mahasiswa ke-5 tahun ini.


DEWI SAFITRI, Bojonegoro


DI ANTARA benang jahitan yang membalut luka, terdapat untaian mimpi yang terus membara. Dedy Indra Setiawan menyulam semangat di atas setiap rasa perih yang terasa.

Menorehkan kisah yang tidak hanya tentang karya film belaka. Juga, tentang keberaniannya dalam menolak kalah dari garis takdir yang ada.

Mahasiswa semester 3 program studi S-1 Pendidikan Teknologi Informasi tersebut dipercaya kampusnya, IKIP PGRI Bojonegoro, untuk mewakili dalam lomba Pekan Olahraga dan Seni Nasional Mahasiswa ke-5 (Porsenasma V).

Dalam kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan di Universitas PGRI Madiun tersebut. Bungdep nama panggungnya, berkontribusi dalam bidang (tangkai) seni film pendek.

Dengan judul, Autobiografi Mahasiswa PGRI. Sebuah kisah tentang perjalanan hidup mahasiswa PGRI yang memiliki peran untuk bangsa.

Bersama dengan timnya, Agung Ridwan selaku pemuda inspiratif Jawa Timur sebagai pemeran utama.

Juga, beberapa orang di balik layar, di antaranya Rizky Tama dan Gilang Pamungkas. Juga, pembimbing dalam karyanya, Zuhad, Alghani, dan Aryo dari kampus.

Dengan semangat dan kerja sama hebat. Sebuah karya film pendek dapat dihasilkan dengan baik. Bahkan, membanggakan ketika penghargaan sebagai cerita terbaik sukses disabetnya.

‘’Alhamdulillah, mendapatkan penghargaan khusus cerita terbaik dalam Porsenasma V di tangkai film pendek,’’ ujar pemuda 20 tahun tersebut.

Namun, jalan menuju panggung tersebut tidaklah lurus. Halang-rintang kerap menghadang. Mulai dari waktu yang menghimpit dalam proses kreatif.

Shooting hanya dilaksanakan selama empat hari. Mulai tanggal 18 hingga 22 Juli. Kemudian, dilanjut dengan proses editing selama tiga hari, 23 hingga 25 Juli.

Di mana, tepat keesokan harinya, yakni 26 Juli merupakan deadline yang telah ditetapkan. ‘’Mulai dari sutradara, penulis naskah, dan editing. Alhamdulillah, saya pribadi yang handle semuanya,’’ terang laki-laki asal Desa/Kecamatan Kedewan tersebut.

Ketika film tersebut siap mengudara, takdir memberikan ujian yang tak disangka. Saat pemberangkatan seluruh atlet Porsenasma delegasi IKIP PGRI Bojonegoro itu lancar.

Namun, ketika pulangnya, Dedy mengalami kecelakaan yang mengakibatkan lututnya harus mendapat 31 jahitan.

Meski luka-luka, tidak membuat semangatnya memudar. Justru semakin membara, melawan segala perih yang terasa.

Enam hari kemudian, dengan berteman tongkat yang menyangga di sisi kanan dan kiri tubuhnya. Ia berangkat ke Madiun untuk tanding tangkai film pendek.

Dukungan dan pendampingan langsung orang tua yang turut serta ke lokasi, menjadi obat sekaligus semangat tersendiri untuknya.

‘’Semangat saya tidak pudar. Dengan upaya dan semangat yang masih membara, membawa kami ke kancah Nasional di tangkai film pendek,’’ lanjutnya.

Semangat yang terus menyala dalam diri Dedy. Tumbuh menjadi keberaniannya dalam melawan takdir yang hendak menghentikan langkahnya.

Dengan tekad kuat, tak ada kata menyerah untuknya. Darah dan air mata yang tersulap menjadi karya. Sebagai bukti, bahwa seni akan selalu menemukan rumah dalam diri yang tidak pernah menyerah. (*/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Porsenasma #teknologi informasi #autobiografi #bojonegoro #IKIP PGRI Bojonegoro #film pendek