Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Mohamad Chaidar Latief, Pianis Bojonegoro Tembus Panggung Istana Negara

Dhani Wahyu Alfiansyah • Rabu, 13 Agustus 2025 | 20:42 WIB
HARUMKAN BOJONEGORO: Mohamad Chaidar Latief, pemuda asal Desa/Kecamatan Purwosari, Bojonegoro ini terpilih pianis orkestra Gita Bahana Nusantara dalam peringatan HUT RI ke-80.
HARUMKAN BOJONEGORO: Mohamad Chaidar Latief, pemuda asal Desa/Kecamatan Purwosari, Bojonegoro ini terpilih pianis orkestra Gita Bahana Nusantara dalam peringatan HUT RI ke-80.

 

Usia Mohamad Chaidar Latief baru 17 tahun, tapi jemari mungilnya akan menari di Istana Negara. Pemuda Bojonegoro ini terpilih pianis orkestra Gita Bahana Nusantara (GBN) dalam peringatan HUT RI ke-80.


DHANI WAHYU ALFIANSYAH, Bojonegoro


KETIKA banyak remaja seusianya sibuk menatap layar gawai, Mohamad Chaidar Latief justru memusatkan perhatiannya pada tuts hitam-putih yang  telah menjadi sahabatnya sejak kelas 4 SD. Kini, langkah tangan dan kakinya membawanya ke panggung kenegaraan paling prestisius di Istana Negara, Jakarta.

Chaidar, yang akrab disapa Kaka, lahir di Bojonegoro 1 Desember 2007.  Ia mengawali pendidikan di SD IT Purwosari, kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Bojonegoro, dan kini duduk di bangku SMKN 2 Kasihan, Yogyakarta. Sekolah menengah khusus musik yang telah melahirkan banyak musisi nasional.

Perjalanan menuju panggung di HUT Kemerdekaan RI ke 80 tidaklah mudah. Seleksi yang diikuti memertemukan para pianis terbaik dari seluruh Indonesia, mayoritas adalah mahasiswa jurusan musik. Namun, Kaka membuktikan bakat dan ketekunan bisa menembus segala batas usia.

Ibunya yakni Nurul Aini, mengaku tak pern h membayangkan anaknya akan melangkah sejauh ini. “Luar biasa tidak menyangka karena dipilih se-Indonesia. Dan Kaka baru berumur 17 tahun, ikut seleksi pertama alhamdulillah lolos,” ujar ibu rumah tangga tersebut.

Baca Juga: Muhammad Anshori, Pelukis Sekaligus Pegiat Bonsai Asal Kecamatan Balen: Seperti Pacar, Sekian Lama Dijaga Mendadak Putus

Menariknya, bakat musik Kaka sama sekali tidak berasal dari keluarganya. “Orang tua sama sekali ndak ada yang bisa musik,” tutur Nurul sambil tersenyum.

Bahkan, awalnya Kaka justru sempat dicoba masuk sekolah sepak bola (SSB). Namun, hanya bertahan dua kali latihan sebelum jatuh sakit. 

‘’Dulu pernah saya ikutkan SSB les bola tapi baru ikut dua kali sudah sakit, berarti bukan bakat dia. Akirnya saya coba di musik,” ungkap istri dari Achmad Lutfi itu.

Dari situlah sang ibu mencari jalur lain yang membuat anaknya nyaman. Pencarian itu membawanya ke guru piano.

“Kelas 4 SD mulai dari nol belajar di Mas Erna, dan belajar baca not di Pak Senyum Sadana, Alhamdulillah anaknya nyaman dan kata guru anaknya cepat banget belajarnya,” kenang Nurul. 

Kini, Kaka akan menjadi satu-satunya pianis asal Bojonegoro yang duduk di kursi orkestra GBN, mengiringi perayaan kemerdekaan Republik Indonesia di hadapan Presiden, pejabat negara, dan tamu kehormatan dunia. Sebuah langkah awal yang mungkin akan menjadi pembuka panggung-panggung besar berikutnya di masa depan. (dan/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pianis #istana negara #indonesia #hut kemerdekaan ri #gita bahana nusantara #smpn 1 bojonegoro #musik #GBN #bojonegoro #piano #hut ri #jakarta #yogyakarta