Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Fahrudin Imam Nurkolis, Pegiat Sanggar Jati di Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem: Lepaskan Anak dari Ketergantungan Gawai

Dhani Wahyu Alfiansyah • Kamis, 7 Agustus 2025 | 20:22 WIB
BELAJAR: Fahrudin Imam Nurkolis sedang mengajar di Sanggar Jati Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
BELAJAR: Fahrudin Imam Nurkolis sedang mengajar di Sanggar Jati Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Fahrudin Imam Nurkolis mendirikan Sanggar Jati 2023. Namanya terinspirasi dari dua hal yang menjadi identitas Bojonegoro sebagai daerah pohon jati, dan akronim dari Jong Art Theatre of Indonesia.


DHANI WAHYU ALFIANSYAH, Bojonegoro


DI sudut tenggara Kabupaten Bojonegoro, tepatnya di Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem, berdiri sebuah rumah sederhana yang kini menjelma menjadi oase pendidikan dan permainan tradisional.

Rumah yang dulunya hanyalah gudang kosong tak terpakai. Kini, tempat itu hidup dan riuh oleh tawa anak-anak. Mereka berlarian, bermain, berkesenian, belajar Bahasa Inggris, hingga mengerjakan pekerjaan rumah (PR) bersama. Namun, dengan cara yang menyenangkan. Rumah itu bernama Sanggar Jati.

Di balik berdirinya sanggar tersebut, ada sosok Fahrudim Imam Nurkolis, pemuda 27 tahun. Sehari-hari ia adalah seorang petani dan guru. Tapi jiwanya adalah jiwa seniman sekaligus pendidik.

“Memang sejak kuliah tidak jauh-jauh dari komunitas, akhirnya setelah lulus inisiatif mendirikan rumah belajar bersama teman di desa. Kebetulan punya tujuan yang sama,” ujarnya.

Sanggar Jati berdiri secara fisik pada awal 2023. Namanya terinspirasi dari dua hal yang menjadi identitas Bojonegoro sebagai daerah pohon jati, dan akronim dari Jong Art Theatre of Indonesia. Bersama teman-temannya yakni Rama, Faruq, Alwi, dan Guntur, Kolis menyulap rumah kosong menjadi tempat belajar yang hidup, tanpa meja-kursi kaku, tanpa layar-layar dingin.

Di sana, anak-anak belajar dengan membaca, menulis, bahkan mencuci piring dan membersihkan rumah, semua dalam semangat kebersamaan. Kolis menyadari keresahan banyak orang tua, karena anak-anak kini lebih akrab dengan gawai daripada kehidupan nyata.

Baca Juga: Flamingo Studio, Media Partner Bojonegoro Playon Fun Night Run by PT ADS: Berawal dari Lantai Dua Tak Terpakai di Rumah

Hal itulah yang membuat sanggar itu, diterima masyarakat di lingkungannya. “Saya kaget, mendapat respons baik dari orang tua karena punya keresahan yang sama terkait gadget. Bahkan mereka support sukarela memberi bantuan, namun saya sejauh ini tetap tidak menarif,” cerita alumnus Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu.

Prinsip Kolis sederhana: selama ada fasilitas yang aman dan menyenangkan, anak dan orang tua pasti tertarik. “Ternyata memang jika ada wadahnya, mereka baik anak dan orang tua sebenarnya juga mau,” imbuh pria yang aktif berkesenian teater hingga film itu.

Saat ini, sanggar tersebut telah memiliki jadwal rutin seperti dolanan tradisional, mengerjakan PR bersama, dan belajar Bahasa Inggris, yang dikemas sebagai permainan dan kebiasaan bertutur. Selain itu, ia dan empat temannya juga tengah mempersiapkan pagelaran karya anak pada akhir Agustus ini.

“Rencananya bakal menggelar pagelaran karya anak, dan membuat film anak,” tutur pemuda Gen Z itu.

Semangat sanggar ini tak lain adalah menghadirkan kembali kebebasan belajar, seperti yang ia lihat di sekolah-sekolah alam. Salah satunya, milik Toto Rahardjo di Yogyakarta. “Intinya tentang kebebasan belajar,” pungkas pemuda eksentrik itu.

Di tengah gempuran digital, Sanggar Jati seolah menjadi penanda kecil bahwa anak-anak Bojonegoro masih punya ruang untuk bermain, belajar, dan tumbuh, tanpa harus terpaku pada layar. (dan/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bahasa inggris #Guru #seniman #gawai #indonesia #karya anak #Sanggar #jati #Kedungadem #belajar #anak #pekerjaan rumah #bojonegoro #orang tua #gudang #berkesenian