Komunitas Lari Upluk Runner menggelar event trail run pertama di Bojonegoro. Tepatnya di Gunung Pandang, tepatnya Desa Klino, Kecamatan Sekar.
M. IRVAN RAMADHAN, Bojonegoro
SEJAK pagi sekitar pukul 05.00 pada Minggu (20/7), pemuda-pemuda dari berbagai wilayah di Bojonegoro dan sekitarnya berkumpul di Desa Klino, Kecamatan Sekar.
Pemuda-pemudi tersebut merupakan para peserta Pandan Loop Fun Trail Run. Event lari diinisisasi komunitas Upluk Runner tersebut menjadi event lari pertama di Bojonegoro dengan konsep trail run.
Ketua Panitia Trail Run Dio Alfianur menjelaskan, terdapat 70 peserta yang mengikuti Pandan Loop Fun Run. Peserta tak hanya dari wilayah Bojonegoro, namun kabupaten sekitar. Seperti Tuban, Lamongan, hingga Blora.
Peserta menempuh jarak sekitar 16 kilometer (km) menyusuri jalan menuju Puncak Gunung Pandan, kemudian turun. Selama perjalanan, para peserta disuguhkan pemandangan indah persawahan hingga hutan.
‘’Start pukul 07.00 dan berakhir sekitar pukul 11.00,” terang Dio sapaannnya.
Dio menjelaskan, kegiatan ini sebagai upaya mempromosikan gaya hidup sehat dan menciptakan kepedulian terhadap lingkungan, serta mendorong potensi wisata lokal Bojonegoro. Khususnya wilayah selatan, yaitu Gunung Pandan.
‘’Juga menjadi ajang rekreasi dan edukasi tentang pelestarian alam melalui aktivitas lari di alam terbuka,” ungkap pemuda 28 tahun tersebut.
Pemuda asal Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas tersebut mengaku dengan event trail run mampu mendorong masyarakat untuk hidup sehat melalui olahraga lari. Selain itu, menumbuhkan kecintaan terhadap alam dan lingkungan sekitar. Juga mempromosikan potensi wisata alam lokal.
‘’Hingga meningkatkan tali silaturahmi antarpeserta dari berbagai kalangan,” ujar alumni Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tersebut.
Menurut Dio, olahraga lari tidak hanya bisa dilakukan di wilayah perkotaan dengan jalan beraspal. Namun di wilayah pedesaan dengan jalan bebatuan. Sehingga pelari mendapatkan atmosfer dan suasana berbeda dari event lari yang sudah banyak digelar.
Event tersebut mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari Pemerintah Desa (Pemdes) Klino hingga Perhutani. Sehingga ke depan direncanakan bakal menjadi agenda tahunan. (irv/msu)