Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Makmur Fahmi Asyidiki, Pemenang Sayembara Jersei Persibo: Tidak Hanya Visual Menarik, Tetapi Makna Mendalam

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 18 Juli 2025 | 04:40 WIB
PEMANANG SAYEMBARA: Makmur Fahmi Asyidiki dinobatkan sebagai pemenang sayembara Jersei Perisbo. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
PEMANANG SAYEMBARA: Makmur Fahmi Asyidiki dinobatkan sebagai pemenang sayembara Jersei Perisbo. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Makmur Fahmi Asyidiki kini dikenal publik sebagai pemenang sayembara desain jersei Persibo Bojonegoro 2025. Namun di balik karyanya yang terpilih, Fahmi sempat menerima hujatan dari warganet.

 

Di tengah riuhnya euforia sepak bola lokal, sebuah nama tiba-tiba menjadi perbincangan hangat warganet.

Makmur Fahmi Asyidiki. Pria asal Kota Malang itu bukan pemain, bukan juga manajemen klub. Namun, karyanya bakal melekat di dada para pemain Persibo Bojonegoro selama satu musim ke depan. 

Namun, kemenangan  itu tidak datang dalam suasana gegap gempita. Sebaliknya, awal pengumuman justru dipenuhi kecurigaan dan cibiran. Akun media sosial Fahmi yang baru dibuat menimbulkan keraguan.

Beberapa netizen menudingnya sebagai orang dalam, bahkan meragukan proses seleksi sayembara. “Saya merupakan peserta sayembara, bukan bagian dari pihak Persibo,” tutur Fahmi.

Dia menegaskan, karyanya lahir bukan dari koneksi. Fahmi mengaku akun Instagram pribadinya sempat hilang pada pertengahan 2022 karena terkena banned.

Selama hampir tiga tahun, tak memiliki akun pribadi dan lebih memilih fokus mengelola akun lembaga tempatnya bekerja. Baru di awal 2025, ia membuat akun baru, bukan untuk kembali ke dunia maya, tapi semata untuk mencari informasi soal lomba desain.

Baca Juga: Persibo U-17 Evaluasi Kerja Sama Tim hingga Mental Pemain untuk Persiapan Hadapi PSSS di Babak 32 Besar

“Akun Instagram yang satu ini baru yang saya buat di awal tahun 2025 memang hanya untuk sekedar mencari informasi perihal sayembara desain semata,” imbuhnya. 

Fahmi memastikan bukan pendatang baru dalam dunia desain. Sejak 2021, aktif mengikuti berbagai sayembara, mulai dari desain logo, maskot, seragam, hingga jersei.

Namun, belum ada yang benar-benar membuahkan hasil. Sampai akhirnya, untuk pertama kalinya, namanya diumumkan sebagai pemenang di Kota Ledre.

“Untuk prestasi sendiri, kali ini merupakan pertama kali terpilih sebagai pemenang sayembara,” ceritanya.

Di balik layar, ia mengaku proses kreatifnya tidaklah instan. Butuh belajar sejarah klub, warna kebesaran Persibo, hingga dinamikanya. Ingin menciptakan desain yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki makna mendalam bagi warga Bojonegoro.

“Semoga desain ini dapat membawa aura positif dan semangat bagi tim serta semakin menyatukan dukungan dari para Boromania agar Persibo Bojonegoro dapat mengarungi musim depan dengan promosi ke liga 2,” ungkap pria alumnus Universitas Negeri Malang itu.

Kini, jersei hasil karyanya akan menemani Persibo bertarung di lapangan. Bagi Fahmi, itu lebih dari cukup. Hujatan dan salah paham yang sempat datang, telah menjadi bagian dari perjalanan.

“Tentunya saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian kecil dari sejarah perjalanan Persibo,” tandasnya. 

Dan waktu itu kini telah datang. Bagaimana pun, namanya telah tercatat dalam sejarah Persibo bukan sebagai pemain, bukan juga sebagai pengurus. Tapi sebagai desainer yang memberi warna pada perjalanan klub. (dan/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#hujatan #persibo bojonegoro #persibo #Sayembara Desain #bojonegoro #jersei #media sosial #warganet #lomba desain #malang #sayembara