Pretty Yuvita Kartika Sari menjadi salah satu atlet andalan Kontingen Bojonegoro pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 untuk meraih medali. Atlet angkat besi ini berhasil menjadi peraih emas perdana bagi Bojonegoro. Medali emas diraih pada kelas 69+ kilogram (kg) Snatch Putri.
M. IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
PRETTY Yuvita Kartika Sari berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah di Porprov Jatim 2025. Tika sapaan akrabnya menjadi atlet angkat besi yang menyumbangkan medali emas perdana untuk kontingen Bojonegoro. Setelah menjadi yang teratas di kelas 69+ kilogram (kg) Snatch Putri.
Tika sangat bersyukur dan terharu dengan pencapain pada Porprov di Malang raya. Terlebih semua lelah dan air mata selama latihan akhirnya terbayar.
‘’Rasanya luar biasa bisa membawa pulang medali emas pertama untuk Bojonegoro,” ungkap atlet asal Desa Ngraseh, Kecamatan Dander tersebut.
Selain medali emas, Tika juga meraih medali perak di kelas kelas 69+ kg clean and jerk putri dan kelas 69+ kg total putri. Sehingga total 3 medali didapat pada porprov tahun ini.
Prestasi Tika tahun ini menambah daftar panjang catatan meraih medali sejak porprov 2019. Sehingga selama empat edisi porprov, lifter 20 tahun tersebut tak pernah absen menyumbang medali untuk Bojonegoro.
Persiapan intensif kurang lebih lima bulan dilakukan Tika sebelum bertanding di porprov. Latihan fokus ke teknik angkatan Snatch dan Clean and Jerk, dengan tambahan latihan kekuatan, power, juga fleksibilitas.
‘’ Pagi dan sore hampir setiap hari,” ungkap mahasiswi Universitas Bojonegoro tersebut.
Selama persiapan Tika mengalami beberapa kendala. Salah satu yang paling berat adalah cedera bahu, pinggang, pergelangan tangan saat mendekati pertandingan.
Kondisi tersebut membuat mental sempat goyah, namun mahasiswi jurusan hukum tersebut terus meyakinkan diri bahwa bisa.
‘’Juga semangat sempat turun karena tekanan pertandingan, tapi bisa dilewati,” jelas alumni SMAN 3 Bojonegoro tersebut.
Tika puas dengan pencapaian dalam porprov tahun ini. Namun belum sepenuhnya, karena di angkatan total hanya terpaut 1 kg dari peraih emas. Alhasil mendapatkan perak dan di kelas clean and jerk hanya terpaut 2 kg saja.
‘’Bersyukur dengan hasilnya, tapi sebagai atlet selalu ingin lebih baik. Ada beberapa hal yang masih ingin dievaluasi dan tingkatkan ke depannya,” terangnya.
Mahasiswi semester 2 tersebut termotivasi terus berprestas karena ingin membanggakan orang tua dan pelatih yang selalu mendukung. Juga ingin buktikan bahwa perempuan bisa kuat, bisa berprestasi.
‘’Ini juga langkah untuk masa depan yang lebih baik karena ingin berusaha bisa PON,” jelasnya.
Tika sadar perjalanannya panjang dan tidak mudah. Dari jatuh, cedera, kelelahan, sampai hampir menyerah. Namun selalu berusaha dan terus bangkit. Dukungan dari pelatih, orang tua, teman-teman, dan kepercayaan pada mimpi membuatnya tetap kuat berdiri di atas panggung.
Terkiat bonus peraih medali porprov, Tika berencana uang bonus sebagian akan disimpan dan sisanya digunakan untuk kebutuhan pribadi. Seperti penunjang latihan dan kebutuhan kuliah. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana