Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Muhsin, Perajin Perahu Tembo di Desa Brenggolo, Kecamatan Kalitidu: Produksi Perahu sejak 1955

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 25 Mei 2025 | 20:31 WIB
TETAP BERKARYA: Muhsin (kanan) perajin perahu yang masih eksis sejak 1955. (LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)
TETAP BERKARYA: Muhsin (kanan) perajin perahu yang masih eksis sejak 1955. (LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)

 

Muhsin di kampungnya akrab disapa Mbah Muhsin, pria berusia 92 tahun ini berprinsip membuat perahu adalah meneruskan jejak ayah dan kakek. Profesi yang harus terus dilestarikan.


LUKMAN HAKIM, Bojonegoro.


SETENGAH abad lebih, Mbah Muhsin,92, masih telaten menggeluti profesi sebagai pembuat perahu tembo. Sejak 1955 lalu, tangan terampilnya tak ingin bercerai dengan mata pencaharian yang telah menghidupi keluarga hingga era kiwari ini.

Baginya, membuat perahu adalah meneruskan jejak ayah dan kakek. Pekerjaan yang harus terus dilestarikan.

Saat Radar Bojonegoro berkunjung di rumahnya di Desa Brenggolo, Kecamatan Kalitidu, Mbah Muhsin sedang bersantai di teras rumah, sambil menyesap aroma tembakau.

Rambutnya yang mulai memutih menyimpan lipatan kisah tentang peradaban pembuatan perahu di tepian Bengawan Solo. Yang kiranya saat ini mulai berangsur menghilang.

“Di Desa Brenggolo yang membuat perahu cuma di sini, sejak dulu, sudah turun temurun,” ungkapnya.

Aktivitas merakit bilik-bilik kayu menjadi transportasi bengawan itu satu-satunya yang masih eksis di Desa Brenggolo. Mbah Muhsin sudah terlatih merangkai perahu sejak remaja.

Belajar dari ayah dan kakeknya yang dahulu juga membuat perahu. Dirinya mengaku, pernah bekerja di Kelurahan Ledok, juga untuk pembuatan perahu.

“Perahu tembo untuk mencari ikan, biasanya juga dapat pesanan perahu untuk mengangkut pasir,” ujarnya.

Sekitar 70 tahunan menggeluti dunia tersebut, sudah tak terhitung jumlah perahu yang dihasilkan dari tangan terampil Mbah Muhsin dengan berbagai macam ukuran.

Uniknya, perahu yang dibuatnya selalu diberikan motif atau tanda ukiran sederhana di bagian kanan dan kiri cadik. Hal itu sebagai pertanda, perahu buatan Mbah Muhsin.

“Kalau ada tandanya ini berarti buatan sini,” ujar Mbah Muhsin sambil menunjuk motif yang sudah melekat.

Rumah yang digunakan membuat perahu itu terletak tidak jauh dari kali yang langsung terhubung dengan sempadan sungai. Mbah Mahsun mengungkapkan, dahulu rumahnya menghadap Bengawan Solo, namun lambat laun tergerus, akhirnya rumahnya harus dipindah.

Rumah sederhana, dengan tembok papan dan berlantai tanah itu hingga kini masih menjadi rumah ternyaman Mbah Muhsin dengan keluarganya. Bercengkrama menikmati masa senja dengan aktivitas pembuatan perahu tembo yang kini mulai berangsur hilang ditelan zaman. (luk/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kalitidu #bengawan solo #Transportasi #perahu #ikan #ledok #kayu #bojonegoro #teras #mata pencaharian #pasir