Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Rakinah, Penjual Tempe Naik Haji: Berangkat ke Tanah Suci di Usia 90 Tahun

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 21 Mei 2025 | 19:55 WIB
USIA 90 TAHUN: Rakinah (dua dari kanan) didampingi anaknya saat pemberangkata haji di Pendapa Malowopati kemarin (20/5) (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
USIA 90 TAHUN: Rakinah (dua dari kanan) didampingi anaknya saat pemberangkata haji di Pendapa Malowopati kemarin (20/5) (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

 

Rakinah, calon jamaah haji (CJH) asal Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander ini berangkat haji di usia 90 tahun. Setiap hari berprofesi sebagai penjual tempe.


DEWI SAFITRI, Bojonegoro.


Sorotan sinar matahari menyirami wajah keriputnya. Dengan langkah kecil, ia menyusuri gang-gang di desanya. Dengan satu tujuan hasil kerjanya untuk haji ke Tanah Suci. Tiada lelah ia menawarkan tempe dengan keliling desa setiap harinya. Dia adalah Rakinah, calon jemaah haji (CJH) tertua asal Bojonegoro.

‘’Pekerjaannya jualan tempe keliling di sekitar rumah,’’ ujar Rakinah.

Di usia yang sudah mencapai 90 tahun, Rakinah, tetap semangat berjualan keliling. Tidak jauh memang, hanya sekitaran rumahnya, yakni di Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander. Namun, tidak mudah bagi Rakinah untuk mengumpulkan sedikit demi sedikit keuntungan dari jualan tempe tersebut. Lima tahun lamanya, ia menabung untuk dapat menunaikan rukun Islam ke lima tersebut.

‘’Daftar haji 2019, bulan tujuh,’’ terangnya.

Ia mengingat betul segala perjuangan yang telah ditapakinya. Bukan sanjungan ataupun tepuk tangan pengakuan yang diharapkan. Melainkan, keinginan untuk berkunjung dan beribadah langsung ke rumah Allah di sisa hidupnya.

Dengan berbekal kerja keras dan keyakinan besar kepada Allah. Rakinah tak gentar. Segala perjuangan dilaluinya. Dengan ‘’Bismillah’’ sebagai kata untuk mengawali setiap usahanya. Ia berharap, doa-doa yang dilangitkan pada siang dan malam tidak kembali dengan kosong.

‘’Kerja keras, satu tujuan (untuk berangkat haji ke Tanah Suci), insya Allah diijabah Allah SWT,’’ lanjutnya dengan penuh haru.

Kini, mimpi itu menjadi nyata. Penantian bertahun-tahun yang selalu menjadi angan dan harapan, kini menjadi kenyataan. Doa yang dilangitkan Rakinah, terkabulkan di usia senjanya.

Rakinah menjadi salah satu CJH reguler sekaligus tertua di Bojonegoro tahun ini. Dengan didampingi oleh putrinya, ia dengan resmi diberangkatkan kemarin (20/5).

‘’Sangat senang sekali (bisa berangkat haji tahun ini),’’ ujarnya.

Dengan penuh haru, Rakinah mengikuti upacara keberangkatan di Pendapa Malowopati dengan ribuan CJH lainnya. Sorot kebahagiaan terpancar dari wajah yang berbalut jilbab putih.

Balutan batik ungu dengan tas pasport lengkap dengan tanda pengenal yang menggantung di lehernya. Menjadi bukti, bahwa Rakinah, perempuan penjual tempe keliling dari Desa Sumbertlaseh berhasil mewujudkan harapannya.

CJH tertua tersebut sukses membuktikan pada dunia, bahwa kerja keras, doa, dan kesabaran tidak pernah kembali dengan sia-sia.  (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#cjh tertua #cjh #rukun Islam #Berangkat Haji #penjual tempe #dander #te #bojonegoro #cjh bojonegoro #haji #naik haji #perjuangan #penjual tempe naik haji