Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Widodo Ramadhoni, Penulis dan MC Asal Desa Bogangin, Kecamatan Sumberrejo: Dari Karyawan Toko Plafon, Menulis Buku Plafonisme Kehidupan

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 10 Mei 2025 | 21:37 WIB
BERTALENTA: Widodo Ramadhoni memiliki keahlian di bidang MC sekaligus geluti dunia kepenulisan dan kreator konten salawat. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
BERTALENTA: Widodo Ramadhoni memiliki keahlian di bidang MC sekaligus geluti dunia kepenulisan dan kreator konten salawat. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Pekerjaan sebagai karyawan di sebuah Toko Plafon tidak menjadikan Widodo Ramadhoni berhenti berkarya. Sarjana Pendidikan Agama Islam itu membuktikan, apapun pekerjaan tidak menjadi penghalang berkecimpung di dunia kepenulisan, MC, hingga konten kreator Islami.


DEWI SAFITRI, Bojonegoro


TIDAK melulu harus duduk di kantor dengan pakaian berdasi. Widodo Ramadhoni membuktikan, bahwa seorang sarjana bisa berkarya di mana saja. Meski setiap hari berkutat di toko plafon tempatnya bekerja.

Namun, pemuda 24 tahun tersebut tetap produktif menjalankan berbagai peran dengan keahlian. Mulai dari menjadi seorang penulis, master of ceremony (MC), hingga kreator konten salawat di media sosial (medsos). Syiar dan karya bisa tetap menyala di manapun dan apapun pekerjaannya.

’’Semua hal tersebut saya sukai. Mulai menulis, MC, dan menjadi konten kreator salawat,” kata pemuda asal Desa Bogangin, Kecamatan Sumberrejo tersebut. Widodo rajin membagikan konten dakwah dan lantunan salawat di medsosnya.

Menyasar berbagai kalangan melalui dunia maya. Berharap, apa yang dibagikannya bisa menjadi jalan kebaikan untuk diri sendiri maupun orang lain yang menyaksikannya. Alumni S1 Pendidikan Agama Islam Unugiri tersebut pandai memaknai apa yang terjadi dalam hidup.

Keahliannya di dunia kepenulisan yang didalami sejak 2019 lalu bermula dari mengikuti berbagai pelatihan dan forum kecil yang diadakan PMII. Juga, forum non formal.

Dia melanjutkan untuk mengasah kemampuan menulis di forum madrasah Guratjaya. Di mana setiap malam Jumat dilakukan dengan semaan karya. Hal tersebut berhasil melatih imajinasi dan kepekaannya dalam memandang sekaligus membaca sebuah tulisan.

’’Menulis itu tidak enaknya kalau imajinasi mentok. Enaknya kalau imajinasi mencair dan mengalir,” bebernya. Dengan keahlian di bidang kepenulisan, Widodo menjadikan apa yang ditemui dalam menjalani kehidupan ini menjadi untaian kata indah.

Merangkum kisah hidup dan perenungannya dalam sebuah buku berjudul Plafonisme Kehidupan: Esai Kontemplatif Agar Hidup Bermakna. Pekerjaan sebagai karyawan di toko plafon tidak menjadi penghalangnya untuk berkarya.

Justru sebaliknya, karena pekerjaan tersebut, ia terinspirasi membuat sebuah buku yang diberi judul sesuai pekerjaannya. Yakni, Plafonisme Kehidupan. Buku ini menceritakan tentang bagaimana ia memulai bekerja dan menurunkan ego sebagai seorang aktivis yang kemudian bekerja di toko plafon.

’’Walaupun seorang sarjana kita tidak boleh malu dalam hal bekerja. Entah dari berbagai arah kita harus lalui,” lanjutnya. Tak hanya pandai merangkai kata, Widodo juga lihai mengisi acara. Sejak duduk di bangku MA Attanwir, ia sudah tampil menjadi MC, terutama di acara-acara keagamaan dan pengajian.

’’Kalau mantenan, jarang-jarang,” tambahnya. Dia berharap, dalam kehidupan bisa terus menjadi lebih baik dari hari ke hari. Hal tersebut tidak hanya menjadi harapannya di masa kini, tapi juga hingga suatu saat nanti. (ewi/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#konten kreator #medsos #madrasah #Plafon #unugiri #karyawan #pendidikan agama islam #sumberrejo #bojonegoro #mc #pmii #penulis #toko #salawat #konten salawat