Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Melihat Konsistensi Gerakan Literasi di SMPN 1 Kanor: Terbitkan Empat Buku dan Ingin Merambah ke Antologi Puisi

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 10 Januari 2025 | 19:38 WIB
BANGGA: SMPN 1 Kanor secara konsisten menghidupkan gerakan literasi sejak 2018 dan telah menerbitkan empat buku. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
BANGGA: SMPN 1 Kanor secara konsisten menghidupkan gerakan literasi sejak 2018 dan telah menerbitkan empat buku. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Antusias luar biasa tertunjukan dari para siswa SMPN 1 Kanor tergabung dalam Gerakan Literasi. Semangat untuk terus berkarya di bidang Bahasa Sastra mencuat hebat sejak 2018 lalu. Hingga kini, sudah terbitkan empat buku antologi cerpen dan fabel.


DEWI SAFITRI, Bojonegoro


UNTAIAN kata tertulis indah membentuk kalimat hingga paragraf. Mencipta beragam cerita dengan penuh makna. Melalui gerakan literasi, para siswa SMPN 1 Kanor berhasil menerbitkan empat karya. Mulai dari cerita pendek (cerpen) hingga fabel.

Di antaranya, cerpen dengan judul Menebar Kata Indah Menuai Berkah terbit pada 2018; cerpen Manisnya Buah Sabar pada 2020; fabel Aku, Kamu, dan Dia dalam Cinta pada 2022; dan cerpen Seuntai Kata Indah Membawa Berkah terbit pada 2024.

Pembina Gerakan Literasi SMPN 1 Kanor Mustofa Efendi mengatakan, imbauan dari pemerintah agar setiap sekolah membuat gerakan literasi menjadi alasan awal karya-karya tersebut berhasil tercipta.

Tepatnya, bermula dari lomba Peringatan Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Dengan terselenggaranya berbagai lomba kebahasaan. Mulai dari baca puisi, dongeng, cipta cerpen, hingga pidato. Menunjukkan bibit-bibit unggul para siswa di bidang literasi.

Melihat karya cerpen para siswa yang dinilai cukup bagus, membuatnya tertantang mendokumentasikannya menjadi sebuah buku yang bisa dinikmati banyak orang. Setelah dilakukan pengoreksian, karya siswa-siswa tersebut dicetak menjadi buku antologi cerpen pertama.

Tidak hanya dinikmati keluarga besar SMPN 1 Kanor. Tapi, buku antologi tersebut juga dibagikan kepada seluruh warga sekolah dan kepala SD atau MI se-Kecamatan Kanor. ’’Kami mengawali sejak tahun 2018 hingga sekarang,” ujar sosok yang juga berprofesi sebagai guru Bahasa Indonesia tersebut.

Antusias luar biasa ditunjukan sekitar 54 siswa tergabung dalam Gerakan Literasi SMPN 1 Kanor. Mulai dari perwakilan siswa kelas 7, 8, hingga 9. Dengan kreativitas tinggi, para siswa menunjukkan kemampuan terbaiknya di bidang Bahasa Sastra Indonesia.

Kebahagiaan tak terkira tampak pada rona-rona wajah para siswa hingga guru pembina. Ketika berhasil membukukan kumpulan karya menjadi buku antologi yang bisa dinikmati oleh siapapun dan dimanapun.

Bahkan, semangat luar biasa juga ditunjukan para siswa dalam mengikuti lomba-lomba literasi untuk mengasah minat bakat serta jalan untuk terus berkarya. ’’Anak-anak antusias untuk mengikuti lomba literasi,” bebernya.

Pria 57 tahun tersebut merasa bangga ketika berhasil menerbitkan karya-karya anak yang diampunya. Dia berharap, ke depan bisa terus istikamah untuk membukukan karya para siswa. Untuk dijadikan sebagai bahan literasi dan bacaan inspiratif.

’’Sementara, baru antologi cerpen dan fabel. Rencana ke depan ada antologi puisi karya siswa,” tutur sosok yang tinggal di Perumahan Gajah Indah, Kecamatan Baureno tersebut. (ewi/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#sastra indonesia #baureno #SMP #cerpen #bahasa #karya #bulan bahasa #SMPN #bahasa indonesia #pemerintah #gerakan literasi #Antologi #Siswa #bojonegoro #sastra #sumpah pemuda #Fabel #Cerita #kanor #Sekolah #kebahasaan #literasi #bojoengoro #pembina