Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Valentino Jalu Prayitno, Peraih Medali Perak Kejurprov Muaythai 2024 Brawijaya

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 30 Desember 2024 | 19:00 WIB
PRESTASI: Valentino, siswa SMPN 1 Sumberrejo pamerkan medali perak dan sertifikat Kejurprov Muaythai 2024 Brawijaya. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
PRESTASI: Valentino, siswa SMPN 1 Sumberrejo pamerkan medali perak dan sertifikat Kejurprov Muaythai 2024 Brawijaya. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Menekuni dunia olahraga menjadi keputusan Valentino Jalu Prayitno. Siswa SMPN 1 Sumberrejo berhasil meraih Medali Perak Kejuaran Provinsi (Kejurprov) Muaythai 2024 Brawijaya.


YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro


SENYUM tipis penuh makna terpancar di wajah Valentino Jalu Prayitno, peraih Medali Perak Kejurprov Muaythai 2024 Brawijaya. Tampak medali jerih payahnya berhasil dikalungkan di leher.

Dibarengi tangan kanan mengepal dan kiri memegang piagam. Ini nampak jelas dalam potret yang ia tunjukkan dalam satu kesempatan berbagi pengalaman bersama tim Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Penuh semangat menggebu, pelajar SMPN 1 Sumberrejo yang berusia 14 tahun itu mulai bercerita pengalamannya. Bisa dibilang terjun di cabang olahraga Muaythai merupakan hal baru baginya. Dimulai sejak November lalu, dari dorongan orang tua.

Namun, pelajar kerap disapa Valentino itu belajar dengan serius. Latihannya hampir padat setiap minggu, yakni empat kali sepekan di Sangsaga Fight Camp. ’’Mengikuti Muaythai ini dorongan orang tua Suprayitno dan Dwi Indriyastuti. Dan, dilatih oleh tiga pelatih bernama Noor Huds, Aristo Sugianto, dan Bayu Budi W. selama latihan di Sangsaga Fight Camp,” ucapnya bangga.

Dia mengatakan, sering kali mengikuti kompetisi olahraga skala kabupaten hingga Nasional. Bahkan, tidak hanya kejurprov muaythai, tapi juga kejuaraan pencak silat di Madiun, Nganjuk, Bojonegoro, Lamongan, Bangkalan, hingga Surabaya.

Tidak pulang dengan tangan hampa, Valentino menyampaikan, selalu membawa juara. Antara juara 1 dan 2. ’’Kalau muaythai ini kali pertama ikut di 2024 dan perdana juga turun kompetisi di level kejurprov,” imbuhnya.

Kini ia berhasil mengantongi total enam medali. Di antaranya Medali Perak Retno Dumillah Open Championship 3, Medali Perak Premier League Indonesia, Medali Perak Bupati Cup Lamongan, Medali Perak Trunojoyo Cup National, Medali Emas Kerjunas Unesa, dan Medali Perak Kejurprov Muaythai.

Namun, kata dia, perjalannya tak selalu mulus. Tantangan dan hambatan kerap kali menyelimuti. ’’Tantangan ini karena masih pelajar dan menekuni dua cabor (cabang olahraga) pencak silat dan muaythai. Jadi, harus bisa membagi waktu. Terutama juga untuk belajar di sekolah,” ungkapnya.

Dia menyadari, bangku sekolah juga penting bagi masa depan. Sedangkan, pencak silat dan muaythai merupakan hobi dan bakatnya. Karena itu, Valentino berusaha maksimal menyeimbangkan waktu belajar dan olahraga.

’’Harus pandai mengatur waktu sekolah dan olahraga. Semoga apa yang saya cita-citakan baik olahraga pencak silat, muaythai, dan belajar tercapai,” harap pelajar domisili Desa Butoh, Kecamatan Sumberrejo itu. (*/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#muaythai #surabaya #madiun #pencak silat #olahraga #premier league #Cabor Aletik #sumberrejo #bojonegoro #orang tua #Bupati Cup #Kejurprov #lamongan #nganjuk #bangkalan #unesa