Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Halte Pintar, Karya Dua Siswi SMA yang Lolos 25 Besar Kompetisi Nasional: Manfaatkan Angin dan Matahari untuk Diubah Menjadi Energi Listrik

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 28 Desember 2024 | 21:09 WIB
INOVASI: Tatit Mukti Mahanani (paling kiri) dan Inez Nasella (paling kanan) pamerkan Halte Pintar yang telah terpasang di Alun-Alun Blora dan bisa dimanfaatkan masyarakat. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
INOVASI: Tatit Mukti Mahanani (paling kiri) dan Inez Nasella (paling kanan) pamerkan Halte Pintar yang telah terpasang di Alun-Alun Blora dan bisa dimanfaatkan masyarakat. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Inez Nasella dan Tatit Mukti Mahanani merupakan dua siswi SMAN 1 Blora yang membuat inovasi halte pengisi daya kendaraan listrik dengan nama Halte Pintar. Saat ini, Halte Pintar itu dipasang di sekitar Alun-Alun Blora.


LUKMAN HAKIM, Blora


UPAYA untuk mengurangi emisi karbon di Bumi perlu banyak inovasi. Guna menekan pemanasan global yang terjadi. Sehingga, ada dua siswi SMAN 1 Blora tergerak itu berinovasi guna berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon.

Kedua siswi itu bernama Inez Nasella dan Tatit Mukti Mahanani. Mereka menggagas dan merancang inovasi halte pengisi daya kendaraan listrik dengan nama Halte Pintar. Inovasinya pun lolos 25 besar kompetisi tingkat Nasional, Toyota Eco Youth 2024.

Alat yang dikembangkan pada Halte Pintar tersebut memanfaatkan energi angin dan matahari untuk diubah menjadi energi listrik. Halte Pintar itu telah ditempatkan di sekitar alun-alun Blora sejak 17 Desember lalu untuk dimanfaatkan mengisi daya kendaraan listrik warga.

Proses untuk membuat alat yang ramah lingkungan itu, keduanya terlebih dahulu melakukan riset artikel tentang dampak emisi karbon dan pemanasan global. Selain itu, melakukan survei mengenai kendaraan banyak yang menggunakan bahan bakar fosil.

’’Sebelumnya, kami sudah melakukan survei dan kebetulan di lingkungan banyak kendaran berbahan bakar fosil,” ungkap Inez. Perempuan asal Desa Jepangrejo, Kecamatan Blora Kota itu mengaku mendapat support dari guru-gurunya.

Dirinya dan Tatit mempunyai minat yang sama terhadap isu-isu lingkungan dan pemanasan global. Ketika ada kompetisi Toyota Eco Youth 2024, keduanya didorong untuk ikut terlibat. Dan, akhirnya masuk dalam 25 besar karya terbaik.

’’Kami diberikan dana implementasi sekitar Rp 15 juta untuk membuat alat tersebut,” ujar siswi kelas 11 SMA tersebut. Inez menegaskan, Halte Pintar dibuat untuk mengampanyekan pentingnya kendaraan listrik sebagai solusi mengurangi emisi karbon.

Pihaknya berharap, bisa diterapkan lebih luas untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. ’’Kami ingin masyarakat beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Dengan inovasi ini, kebutuhan tempat pengisian daya akan terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, Tatit menerangkan, alat yang telah dikembangkan tersebut menggabungkan tenaga angin dari dua kincir dan panas sinar matahari sebagai sumber utama listrik. Halte Pintar dirancang untuk menjadi halte pengisian daya bagi kendaraan listrik, memanfaatkan potensi energi alam tanpa emisi karbon.

’’Halte pintar ini menggunakan solar cell berkapasitas 4x100 watt di atap sebagai sumber listrik utama, ditambah tenaga angin,” terang siswi asal Kelurahan Kedungjenar tersebut. Listrik yang dihasilkan disimpan dalam generator dan dikontrol oleh sistem untuk mengalirkan energi.

Halte yang dibuatnya itu dilengkapi tiga stop kontak yang dapat digunakan oleh pengguna kendaraan listrik. ’’Cukup sambungkan kabel charging ke stop kontak yang sudah tersedia. Lama pengisian daya tergantung kebutuhan baterai masing-masing kendaraan,” katanya.

Dengan inovasi ini, pengguna kendaraan listrik tidak perlu khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan. Selain itu, konsep ini diharapkan mendorong transisi masyarakat ke kendaraan ramah lingkungan. (*/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kendaraan listrik #listrik #pemanasan global #kendaraan #lingkungan #halte #Alun-alun Blora #emisi #SMAN 1 Blora #bahan bakar fosil #emisi karbon #Toyota Eco Youth #matahari #energi listrik #angin #solar cell