Bojonegoro cukup luas, dari landai hingga lumayan terjal seperti Kecamatan Sekar. Koordinator Divisi (Kordiv) Hukum dan Pengawasan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro Sholihudin harus ekstra dalam melancarkan proses distribusi logistik.
YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro
’’PENGALAMAN luar biasa bagi saya (pilkada ini). Dan, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh adhoc penyelenggara,” ucap Kordiv Hukum dan Pengawasan KPUK Bojonegoro Sholihudin melalui pesan WhatsApp kemarin (10/12).
Ucapan syukur dan bangga tergambar dalam untaian kalimatnya. Sebab, berhasil melewati setiap tahapan dengan banyaknya dinamika. Dari pertanyaan-pertanyaan menyudutkan hingga gugatan dilayangkan.
Semua tahapan memiliki risiko dan penyelesaian berbeda. Pengalaman dirasakan pun sangat beragam. Namun, paling berkesan baginya ketika memastikan logistik sampai tujuan dengan aman.
’’Iya (paling berat menguras tenaga), waktu H-1 pemungutan suara. Karena kami harus memastikan bahwa kotak suara sampai di TPS (tempat pemungutan suara) masing-masing,” tuturnya.
Bahkan, tak tanggung-tanggung demi menjalankan tugas, Sholihudin sampai di salah satu kecamatan pukul 03.00 WIB. Tak jarang waktu tidurnya pun berkurang dan berusaha sebisa mungkin memanfaatkan waktu dengan maksimal. Seperti tidur di dalam mobil saat perjalanan.
’’Saya keliling kecamatan dan desa sampai dini hari. Di Kecamatan Sekar itu pukul 03.00 WIB untuk memastikan kesiapan TPS. Dan, alhamdulillah semuanya sudah siap, ada linmas sampai babinsa untuk mengamankan suara, meski saya datang dini hari,” ucapnya bersyukur.
Dia menambahkan, pihaknya mendapat tugas di wilayah selatan Bojonegoro untuk distribusi logistik. Meliputi Kecamatan Temayang, Bubulan, Ngasem, Sekar, dan Gondang. Setelah memastikan logistik aman, tentu pria kelahiran 1982 itu bergegas menggunakan hak suaranya.
Tepatnya, di lokasi tempat tinggalnya, yakni Desa Senganten, Kecamatan Gondang. ’’Dari Kecamatan Sekar itu kemudian nyoblos di tempat, lanjut ke kantor,” imbuh dia. Pria lulusan Universitas Islam Malang (Unisma) itu menyampaikan, meski lelah dalam menjalankan tugas berat ini tetap menyempatkan waktu bersama keluarga.
Karena, baginya, untuk menghilangkan rasa capek dengan bercanda gurau bersama anak istri. ’’Tetap menyempatkan waktu karena untuk menghilangkan rasa capek itu bercanda gurau bersama anak istri meski pikiran fokus pada tahapan dan kegiatan,” ucapnya tersenyum. (*/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana