Sering mencoba dan tekun belajar kaligrafi, Abdul Gofar menjuarai lomba tingkat Asean. Uniknya, juga diminta melukis kaligrafi di masjid, musala hingga hantaran pernikahan.
LUKMAN HAKIM, Blora.
KETEKUNAN Abdul Ghofur selama mendalami dunia seni kaligrafi membuahkan hasil. Pemuda asal Desa Berbak, Kecamatan Ngawen ini berhasil menorehkan tinta emas, dengan memperoleh juara 1 Khat Diwani dan Juara 2 Khat Diwani Jali tingkat Asean.
Anak ke delapan Siti Rufi’ah tersebut mengalahkan 200 peserta dari 12 negara Asean. Lomba tersebut diselenggarakan Pusat Kajian Kaligrafi dan Seni Islam, Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah (PPKKI-YSHHB) Brunei Darussalam 2024. “Saat itu peserta ada 200 an, alhamdulillah dapat dua kategori juara sekaligus,” tuturnya.
Skil melukis kaligrafi Abdul Ghofur sudah diasah sejak mondok di Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Bogor. Sejak 2014 lalu, sudah mulai menggeluti dunia seni. Ia mulai lebih serius mendalami seni kaligrafi saat 2020 lalu, terinspirasi dari guru di bidang kaligrafi jebolan mesir.
“Saya belajar dan mendapat semangat dari guru saya yang dari lulusan mesir,” ungkapnya.
Ghofur mendapat semangat dan motivasi dari guru dan orang tuanya. Menjadi pelecut semangatnya dalam menekuni dunia kaligrafi. Setiap hari harus belajar menggambar dan memunculkan ide gambaran kaligrafi yang bagus.
Dari hasil belajarnya itu, diminta untuk melukis kaligrafi masjid, musala dan sekolah.
“Mendapat orderan menggambarkan kaligrafi di pigura dan hantaran pernikahan,” ungkapnya.
Saat ini, pemuda yang juga hobi membaca buku tersebut sudah menguasai tiga khat, yakni Riq’ah, Diwani dan Diwani Jali. Menurutnya, karakteristik khat Diwani Jali lebih rumit, sehingga butuh ketelitian dalam melukisnya. “Insya Allah tiga khat itu sudah sangat kuasai, yang paling mudah khat Riqah,” terangnya.
Ghofur tercatat sudah mengikuti berbagai lomba tingkat Internasional. Kali pertama mengikuti lomba kaligrafi di negara Turki, pada saat itu dirinya belum beruntung.
Tak pantang menyerah, Ia mengikuti lomba lagi yang diselenggarakan di negara Iraq, dan berhasil menyabet nomor 9.
Asa untuk menjadi juara terus menggelora, Ghofur kemudian mengikuti lomba di Malaysia dan mendapatkan nomor 8 dari ratusan peserta. Terakhir perolehan terbaiknya saat di Brunei Darussalam dengan menggondol dua kategori sekaligus.
“Alhamdulillah lomba ke empat saya di Brunei ini langsung dapat juara 1 Khat Diwani dan 2 di kategori Khat Diwani Jali,” ujarnya.
Hingga saat ini, Ghofur masih mendalami dan belajar kaligrafi. Selain itu dirinya juga diminta mengajar di Pondok nya dahulu di Bogor. Dirinya juga mengaku ingin menularkan kesenian kaligrafi di tempat kelahirannya. “Nanti tetap pulang kampung ke Blora, kalau ada yang mau belajar saya siap,” pungkasnya. (*/msu)
Editor : Hakam Alghivari