Pernah bersepeda sepanjang 680 kilometer keliling Pulau Jawa, tak membuat Tomi Dwi Prasetyo kapok. Dia berkomitmen aktif mengeksplorasi kota kelahirannya.
DHANI WAHYU ALFIANSYAH, Bojonegoro.
MENGAYUH pedal sepeda sudah menjadi rutinitas bagi pecintanya. Bahkan, rutinitas yang akrab disebut gowes itu, tak hanya menyehatkan saja. Sebab, kerap dimanfaatkan untuk berjejering, menjelajahi tempat-tempat indah, hingga membuat konten atau dokumentasi perjalanan.
Seperti halnya Tomi Dwi Prasetyo. Pria yang akrab disapa Tomi ini mulai menyukai kegiatan bersepeda saat pandemi Covid-19 lalu. Namun, membuktikan bahwa rutinitasnnya tak hanya sekadar tren.
‘’Meski awalnya 2020 lalu ingin menjaga kesehatan saat pandemi, tapi masih berlanjut sampai sekarang,” tutur pria asal Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan itu.
Pria 37 tahun itu, bahkan pernah mengeliling berbagai kota di Jawa pada event East Java Journey (EJJ) 2024. ‘’Paling jauh, perjalanan 680 kilometer Maret lalu saat event,” kenangnya sembari menunjukan bukti peta perjalannnya.
Namun, hobinya bersepeda tak hanya sekadar menunggu event. Sebab, hampir setiap harinya, Tomi masih aktif membagikan perjalanannya keliling kawasan Bojonegoro.
Meski sudah kerap bersepeda di berbagai kota. Namun, mengaku masih terpesona dengan tempat kelahiran sendiri yang dirasakannya masih belum banyak terekspos.
Untuk itu, di setiap perjalanan, Tomi kerap menyempatkan membuat konten atau dokumentasi yang diunggahnya di media sosial. Dengan begitu, olahraga yang dilakukannya tak sebatas menyehatkan, namun juga memiliki cerita dan menambahkan teman di setiap perjalanan.
‘’Tujuan sekarang, sambil berolahraga juga ingin mengeksplor seluruh wilayah Bojonegoro,” tegasnya.
Bahkan, berkat konten-konten yang dibuatnya selama perjalanan mengekspos Kota Ledre, ia mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah karena banyaknya penonton pada kontennya.
‘’Sudah menghasilkan, tapi dapat berapa pun disyukuri. Karena membuat konten itu ibarat jualan, kadang laris kadang sepi,” imbuh pria yang juga pengusaha konter HP itu.
Ke depannya, Tomi bakal tetap menjalani hobinya bersepeda dengan fokus pada potensi yang ada di Bojonegoro, baik wisata hingga kulinernya. Sebab, meski telah banyak melihat pesona wisata kota lain, dirinya mengaku jatuh cinta dengan keindahan alam di kawasan selatan Bojonegoro. ‘’Karena rute yang ekstrem sekaligus indah, ada di Atas Angin,” pungkasnya. (*/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana