Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Petani Milenial asal Desa Margomulyo Fokus Edukasi dan Budidaya Aneka Varietas Anggur di Pekarangan Depan Rumah

Hakam Alghivari • Rabu, 20 November 2024 | 01:00 WIB

 

PETIK ANGGUR: Di pekarangan depan rumah Bowo turut Desa Margomulyo, Kecamatan Balen dijadikan sebagai kebun anggur. Saat masa panen, ada banyak pengunjung yang membeli dan memetic sendiri buahnya.
PETIK ANGGUR: Di pekarangan depan rumah Bowo turut Desa Margomulyo, Kecamatan Balen dijadikan sebagai kebun anggur. Saat masa panen, ada banyak pengunjung yang membeli dan memetic sendiri buahnya.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bowo, seorang petani milenial di Dusun Mendayu Kidul, Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Bojonegoro telah berhasil mengembangkan perkebunan anggur dengan berbagai varietas unggul yang diminati masyarakat.

Usahanya dimulai pada 2018, sebelum pandemi Covid-19 melanda. Dan, sejak itu, perkebunan anggur yang berada di pekarangan depan rumahnya itu berkembang pesat dengan peminat terus bertambah setiap harinya. Bowo menjelaskan, bahwa ada ratusan jenis varietas anggur. Tetapi, dia hanya memilih sekitar 10 varietas unggulan yang adaptif dan memiliki produktivitas tinggi.

Seperti varietas Julian, Jupiter, Ninel, Moondrop, Black Panther, dan lain-lain. Varietas tersebut mencakup tiga warna utama. Yaitu, merah, hijau, dan hitam. Sehingga, mampu menarik minat pembeli yang mencari variasi. Namun, mengelola perkebunan anggur bukan tanpa tantangan.

Menurut Bowo, salah satu kendala utama dalam budidaya anggur adalah iklim. ’’Kalau tidak pakai greenhouse (rumah kaca), perawatannya lebih ekstra dan pembuahan hanya bisa dilakukan setahun sekali di musim kemarau. Namun, dengan greenhouse, meski biayanya lebih tinggi, kita bisa panen lebih sering,” jelasnya.

Perawatan tanaman anggur memerlukan ketelatenan, terutama dalam hal pemupukan yang harus dilakukan secara rutin setiap minggu agar buahnya manis dan terlindung dari hama dan jamur. Selain itu, musim hujan sering kali menjadi hambatan bagi kualitas buah karena anggur membutuhkan sinar matahari penuh dari pagi hingga sore.

’’Kalau mendung terus, buahnya kurang manis dan serangan hama biasanya meningkat,” tambahnya. Antusiasme masyarakat terhadap buah anggur lokal ternyata sangat tinggi. Bowo menuturkan, bahwa saat panen, hasilnya selalu habis terjual. Bahkan, sebelum buah matang sempurna.

Ia juga mengembangkan greenhouse untuk budidaya anggur di Desa Tlogorejo, Kecamatan Kepohbaru. Menurutnya, greenhouse mampu mengoptimalisasi hasil panen. Karena tidak perlu bergantung lagi pada musim.

’’Di greenhouse Tlogorejo saat panen ke-4, kami menghasilkan 400 kilogram anggur dan semuanya habis dipesan. Di kebun saya sendiri, panen 150 kilogram hanya habis dalam tiga hari,” ungkapnya.

Selain untuk produksi buah, Bowo juga mengembangkan kebun anggurnya sebagai tempat edukasi bagi masyarakat. Terutama bagi anak-anak sekolah dan mahasiswa yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN).

’’Kami sering melakukan kegiatan edukasi di beberapa kebun, seperti di Mina Agro Tlogorejo, dan juga di kebun pekarangan saya sendiri,” katanya. Bowo memiliki harapan besar agar Indonesia, khususnya Bojonegoro, bisa mencapai swasembada buah anggur.

’’Kami bercita-cita agar bisa menghasilkan anggur sendiri tanpa harus bergantung pada impor dari luar negeri. Semoga semakin banyak petani yang semangat untuk mengembangkan perkebunan anggur di sini,” harapnya.

Perjuangan Bowo dalam mengembangkan perkebunan anggur di Bojonegoro memberikan inspirasi bagi masyarakat dan petani lokal lainnya untuk turut mendukung cita-cita swasembada buah anggur di Indonesia. (fra/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#Panen #adaptif #varietas anggur #Petani #varietas unggul #produktivitas #Pemupukan #rumah kaca #pandemi #Musim Kemarau #buah #Musim Hujan #masyarakat #perkebunan #greenhouse #anggur #Hama Jamur