Ketertarikan seni rupa Neroli Azurasaga sudah terlihat sejak berusia 3 tahun. Mulai dari menggambar kartun hingga mangga, Selasa (29/10) dewan juri menobatkannya sebagai Juara 1 Kategori A Festival Kolase Jawa Pos Radar Bojonegoro.
IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
CERIA dan energik menjadi dua kata yang tepat untuk menggambarkan Neroli Azurasaga. Usai menerima piala Juara Festival Kolase Jawa Pos Radar Bojonegoro, Nero tak henti bergerak mengelilingi setiap sudut lokasi acara di Gedung Serba Guna.
Padahal sebelumnya siswi RA Hidayatul Mubtadiin Desa Wedi Kecamatan Kapas tersebut mengikuti Festival Kolase kolaborasi bersama orang tua. Selama lebih dari dua jam berkreasi dengan biji-bijian membuat kolase. Namun, Nero seperti tidak kehabisan tenaga dan masih ingin bergerak.
‘’Senang,” ungkap Nero kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Nero sangat bahagia meraih piala setelah menjadi Juara 1 Kategori A Festival Kolase yang digelar Jawa Pos Radar Bojonegoro. Juga senang ketika mengerjakan kolase bersama sang ibu.
‘’Dapat Juara 1,” ungkap anak 5 tahun tersebut.
Nero berkreasi menggunakan berbagai biji-bijian untuk membuat kolase. Mulai beras, biji labu, jagung, hingga biji saga. Kreasi dan perpaduan biji-bijian yang dibuat Nero berhasil mengantarkan karyanya menjadi terbaik.
Nur Eris Murdiana, Ibunda Nerolia Azurasaga mengungkapkan, anaknya sudah mulai kelihatan menyukai seni rupa sejak berusia tiga tahun. Mulai suka mencorat-coret hingga berkreasi dengan berbagai warna. Juga kini suka menggambar kartun mangga hingga gambar orang.
Selain itu, darah seni memang mengalir di diri Nero. Sang ibu bekerja di bidang desain grafis. Sedangkan kakaknya suka membuat animasi. Sehingga turut berpengaruh pada ketertarikan Neri di dunia seni.
Eris mengaku tidak mengarahkan anaknya untuk menekuni dunia seni, justru membiarkan Nero mengeksplore sendiri. Namun Nero suka mencontoh yang dikerjakan sang ibu.
‘’Mereka ikut-ikutan yang dikerjakan ibunya,” jelas perempuan asal Desa Wedi, Kecamatan Kapas tersebut. (*/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana