Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

SMAN 1 Sugihwaras Lestarikan Budaya Bangsa Melalui Seni Ludruk: Latihan Satu Bulan, Pacu Adrenalin dan Tambah Pengalaman

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 18:30 WIB
PENTAS SENI: Siswa-siswi SMAN 1 Sugihwaras menampilkan seni ludruk dengan penuh penghayatan dan apik. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
PENTAS SENI: Siswa-siswi SMAN 1 Sugihwaras menampilkan seni ludruk dengan penuh penghayatan dan apik. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

Rentetan apresiasi ditujukan kepada siswa SMAN 1 Sugihwaras yang berhasil memainkan seni budaya ludruk dengan apik. Keahlian memerankan tokoh sukses memukau para penonton.


DEWI SAFITRI, Bojonegoro


RIUH tepuk tangan penonton mengiringi pembukaan tirai pada panggung pagelaran seni ludruk. Dengan background berbagai objek pemandangan, para siswa dengan penuh percaya diri memainkan berbagai peran dengan penuh penghayatan.

Gerak raga dan olah suara tersajikan dengan apik dalam pementasan seni budaya ludruk yang diperankan oleh para siswa SMAN 1 Sugihwaras. Dengan berbalut busana khas daerah dengan make up menyesuaikan peran masing-masing.

Para tokoh yang terdiri atas gabungan kelas 10, 11, dan 12 tersebut tersulap menjadi berbagai usia dengan beragam profesi. Bedak tebal hingga rambut dan kumis buatan menyamarkan wajah remaja para siswa.

Menariknya, segala persiapan, termasuk kostum hingga make up disiapkan secara mandiri oleh para siswa. Tidak menggunakan jasa make-up artist (MUA) dari luar. ’’Mulai pukul 02.00 WIB dini hari sudah mulai rias sendiri-sendiri,” ujar Edo Tegar Wahono salah satu pemain ludruk.

Meski tidak mudah dalam menjalani proses latihan hingga melakukan beragam persiapan. Namun, para siswa tersebut tetap dapat melakukan segalanya dengan luar biasa. Mulai dari sering latihan sejak satu bulan sebelum penampilan.

Hingga memaksa diri untuk menerima paksaan dari pembimbing agar dapat menampilkan dengan maksimal. ’’Selain menambah teman, dengan mengikuti seni ludruk ini bisa menambah banyak pengalaman serta memacu adrenalin,” tambahnya.

Sosok yang berperan sebagai tokoh utama dengan nama Sarip tersebut merasa bangga, bisa bergabung dan tampil bersama dengan tim ludruk SMAN 1 Sugihwaras. Baginya, bisa menjadi bagian dari seni ludruk merupakan kebahagiaan tersendiri.

Selain dapat mengasah bakat dan minat. Bermain ludruk juga menjadi salah satu upaya untuk turut serta menjaga dan melestarikan budaya bangsa. Terlebih, di era modern seperti saat ini. Tidak semua anak muda tertarik dengan seni tradisional.

Hebatnya, siswa kelas 12 beserta dengan teman-teman pemain ludruk tersebut memainkan peran di atas panggung tanpa naskah. Semua dilakukan dengan spontan dari masing-masing pemeran.

’’Harus memiliki pola pikir yang cepat, karena pengolahan kata juga dilakukan dengan spontan, tanpa naskah,” jelasnya. Dengan tekad ingin turut serta mengembangkan seni ludruk di sekolahnya.

Menumbuhkan seni budaya bangsa hingga menjadi suatu pertunjukan yang dicintai oleh anak negeri. Siswa asal Desa Wedoro, Kecamatan Sugihwaras tersebut terus berusaha keras dan giat berlatih. Melawan segala rasa malas, ketakutan, hingga ketidakpercayaan dirinya.

Untuk dapat mempersembahkan penampilan dengan maksimal. ’’Semoga seni ludruk bisa berkembang dan lebih banyak peminatnya, terutama di kalangan muda-mudi. Sebagai generasi penerus bangsa harus mempertahankan dan melestarikan budaya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sugihwaras Susanto mendukung penuh bakat dan minat para siswa dalam muatan lokal seni budaya ludruk yang ada di sekolahnya. Hal ini juga menjadi upaya untuk mempertahankan dan melestarikan budaya bangsa. (*/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Desa #seni #Budaya #makeup artist #wedoro #bangsa #SMAN 1 Sugihwaras #Melestarikan #Era #MUA #ludruk #modern #peran #Lestarikan #Sugihwaras #Memainkan #SMAN 1