Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Wahyu Aditya Pratama, Atlet Tolak Peluru asal Kecamatan Kasiman: Tidak Pernah Gunakan Alas Kaki saat Bertanding

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 19:30 WIB
PRESTASI: Wahyu Aditya Pratama kerap boyong juara kejuaraan olahraga tolak peluru tingkat kabupaten hingga provinsi. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
PRESTASI: Wahyu Aditya Pratama kerap boyong juara kejuaraan olahraga tolak peluru tingkat kabupaten hingga provinsi. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Wahyu Aditya Pratama, baru satu setengah tahun menekuni tolak peluru. Namun, pria asal Desa Besah, Kecamatan Kasiman itu berhasil menyabet Juara 1 O2SN Provinsi Jawa Timur.


DHANI WAHYU ALFIANSYAH, Bojonegoro


SUASANA sekolah SMAN 1 Padangan tampak ramai saat jam pulang, dan di antara siswa-siswi yang berjubel keluar halaman sekolah itu, tampak remaja berambut cepak berjalan dengan tegap. Benar saja, remaja tersebut adalah Wahyu Aditya Pratama, atlet tolak peluru asal sekolah di tepi barat Bojonegoro.

Saat pertama bertemu, Wahyu, menyapa dengan ramah. Dirinya, mengaku merasa beruntung bisa mengenal olahraga tolak peluru. Meski baru mendalami sejak bersekolah duduk di bangku SMA. ’’Saya menekuni atletik sekitar 1,5 tahun,” ungkapnya.

Dirinya menceritakan, bahwa tolak peluru awalnya bukanlah olahraga favoritnya. ’’Awalnya saya lempar lembing, tapi disarankan ikut tolak peluru oleh guru,” ceritanya.  Bermula dari sanalah, ia mencoba komitmen menekuni atletik. Namun, tak main-main, dirinya konsisten terus berlatih sampai saat ini.

’’Baru beberapa bulan latihan saya sudah diajak untuk mengikuti lomba,” ungkapnya dengan tersenyum malu. Bahkan, perjuangnnya tak langsung berbuah hasil. Dirinya harus melewati lima kali lomba yang berujung kekalahan. ’’Meski lima kali gagal, namun tidak patah semangat,” terangnya.

Ketekukannya, akhirnya berbuah manis. ’’Alhamdulillah seiring berjalannya waktu, saya sudah mulai bisa mendapatkan juara atletik mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat provinsi,” imbuhnya. Dari berbagai kejuaraan yang dijalaninya, Wahyu kerap memiliki ritual unik pada saat bertanding, yakni tidak pernah memakai alas kaki saat mengikuti pertandingan atletik.

’’Saya tak pernah pakai alas kaki, tak masalah dan tidak melanggar peraturan lomba,” bebernya. Ragam prestasi yang pernah diraih remaja kelas XII SMA ini mulai tingkat kabupaten hingga provinsi. Mulai dari Juara 2 Tolak Peluru dalam ajang Bupati Cup. 

Terbaru, ia berhasil menyabet Juara 1 Tolak Peluru Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Provinsi Jawa Timur, dan Juara 1 Kejurda atletik se-Jawa Timur, dan Juara 2 Tolak Peluru Pelajar se-Jawa Timur.

Remaja yang pernah menjadi Paskibraka Kabupaten Bojonegoro pada 2023 ini, mengaku bahwa berbagai prestasinya tak lepas dari sikap konsisten. ’’Bagi seorang atlet, yang terpenting harus konsisten, pasti semuanya bisa tercapai,” pungkasnya.  (*/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Besah #kecamatan #Jawa Timur #Desa #Juara 2 #pelajar #Konsisten #Lomba #Jatim #olah raga #juara 1 #olimpiade #Padangan #provinsi #alas kaki #Atletik #tolak peluru #bojonegoro #Sekolah #Bertanding #prestasi #O2SN #atlet #Kasiman #SMAN 1