Slamet Hariyanto menjadi salah satu atlet asal Bojonegoro yang menyumbangkan medali PON untuk kontingen Jatim. Pria akrab disapa Riyan Anton ini mengharumkan nama Jatim di tingkat nasional di cabang olahraga (cabor) binaraga.
IRVA RAMADHON, Bojonegoro.
‘’SEJAK (Minggu, 15/9) sudah di Bojonegoro,’’ ungkap Slamet Hariyanto ketika dihubungi Jawa Pos Radar Bojonegoro Selasa (17/9).
Anton sapaan akrabnya, baru pulang dari Medan, Sumatera Utara dalam ajang PON 2026. Pria 41 tahun tersebut berhasil membawa pulang medali perunggu cabor binara nomor Sport Physique - Over 170 cm.
Anton tentu bangga dengan prestasi diraih dalam PON Aceh-Sumut. Terlebih menjadi kesempatan perdana tampil di event olahraga tertinggi di Indonesia.
’’Bersyukur bisa turun di multi event tertinggi di Indonesia untuk kali pertama,’’ ungkap atlet asal Desa/Kecamatan Trucuk tersebut.
Walau sebenarnya hasilnya tak sesuai target. Namun, tetap menerima dengan lapang dada keputusan dewan juri pada pertandingan.
‘’Meleset dari Emas,’’ ungkapnya.
Anton melakukan persiapan sekitar satu tahun untuk menghadapi PON. Tepatnya sejak Agustus 2023.
’’Untuk persiapan mulai dari Agustus 2023. Setelah lolos Pra PON Juli 2023 di Bengkulu dengan medali emas,’’ ungkapnya
Terkait kendala selama persiapan dan pertandingan, Anton nyaris tidak mengalami kendala. Terlebih dukungan penuh latihan dari Dinpora Bojonegoro. Juga beberapa gym yang memfasilitasi gratis selama latihan.
’’Semoga PON XXII NTB jauh lebih baik,’’ harapnya.
Ketua Persatuan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Bojonegoro Pariyo berterima kasih atas kerja keras dan usaha Riyan Anton. Sehingga mampu menyumbang medali untuk Jatim. Juga KONI Bojonegoro.
Rio menjelaskan, untuk mencapai prestasi tersebut butuh kerja keras dan ketekunan berlatih. Terlebih untuk atlet binaraga atau mens fitness, selain latihan intensif juga membutuhkan biaya yang tak sedikit agar mencapai level nasional.
‘’Selamat untuk Riyan Anton,’’ ungkapnya. (*/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana