Liga Pemuda Sosialis (LPS) bagian dari organisasi kaum muda sosialis berbasis di Bojonegoro. Terbentuk sejak 2020 saat gelombang penolakan Omnibus Law cukup masif.
YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro
SEMANGAT juang mengalir deras dalam darah kaum muda sosialis di Bojonegoro. Lantang menyuarakan keresahan masyarakat imbas kebijakan oligarki. Teriakan asa melalui suara menggema di bahu jalan saat pergerakan mahasiswa hingga elemen masyarakat turun ke jalan.
Salah satunya, suara dari Liga Pemuda Sosialis atau LPS. Aktif bergerilya membawa marwah idealisme untuk memerdekakan masyarakat. Patina, bukan nama sebenarnya, turut bagian dari LPS menyampaikan, LPS terbentuk pada 2020 ketika gelombang penolakan Omnibus Law di Bojonegoro cukup masif.
’’Kami adalah organisasi terbuka untuk kaum muda dari berbagai latar belakang. Entah pelajar, petani, hingga buruh,” terangnya. Dia menuturkan, organisasinya merupakan wadah bagi siapapun tertarik mempelajari teori sosial, ekonomi-politik, sampai ekologi atau lingkungan.
Bukan sekadar lingkar studi, tapi juga beraktivitas. Melibatkan partisipasi bersama untuk berjuang melawan penindasan sistematis. Dia menjelaskan, di LPS mengolaborasikan diskusi, aksi massa, kampanye, hingga menulis di media cetak dan online.
’’Kami mengorganisir agenda diskusi rutin seperti Hari Perempuan Internasional yang diselenggarakan Februari-Maret. Kemudian, diskusi Mei berlawan memperingati Hari Buruh dan Pendidikan,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, juga menyelenggarakan diskusi-diskusi merespons isu terkini. Dia menambahkan, organisasinya aktif terlibat dalam berbagai kampanye. Dari antiseksisme, pendidikan gratis, ilmiah, demokratis, dan kerakyatan.
’’LPS tidak memiliki struktur ketua. Hanya, di dalamnya ada koordinator yang tidak bisa kami sebutkan,” ungkapnya. Koordinator itu, terang dia, dipilih secara demokratis berdasar periode waktu tertentu yang disepakati organisasi.
Menurutnya, pembagian struktur dalam LPS tidak memusatkan kepemimpinan pada koordinator saja. Namun, melihat semua yang terlibat di dalamnya merupakan pemimpin. ’’LPS memiliki tujuan meyakinkan banyak orang terlibat dalam perjuangan untuk sistem sosial yang lebih baik,” tutur dia. (*/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana