Masdra Nurriza menjadi salah satu orang Bojonegoro yang bakal tampil di PON Aceh-Sumut 2024 mendatang. Bukan sebagai perwakilan Jatim, namun menjadi pelatih tim sepak bola PON Papua Barat.
IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
‘’Bagaimana kabarnya?” kalimat pertama yang keluar dari mulut Masdra Nurriza ketika dihubungi Jawa Pos Radar Bojonegoro Rabu (7/8) lalu.
Seperti biasa, Masdra selalu ramah dengan siapa saja. Pelatih 34 tahun selalu bisa mencairkan suasana dengan bercerita berbagai kegiatan dijalani. Sehingga membuat lawan bicara betah berlama-lama berdiskusi.
Masdra saat ini berada di Jogjakarta, memimpin pemusatan latihan tim sepak bola PON Papua Barat. Pemusatan latihan tersebut dilakukan untuk memantapkan persiapan jelang PON Aceh-Sumatera Utara (Sumut) September mendatang.
‘’Akhir Agustus akan berangkat menuju Aceh karena babak utama PON akan dimulai,” ungkap pelatih asal Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro Kota tersebut.
Pelatih berlisensi A Diploma tersebut berhasil membawa tim sepak bola PON Papua Barat berpartisipasi di PON kali pertama. Sejak tiga edisi PON sebelumnya tak berpastisipasi.
Persiapan matang sudah dilakukan Masdra dan skuad PON Papua Barat. Mulai pemusatan latihan tahap satu di Manokwari sudah diselesaikan.
‘’Hasilnya peningkatan VO2max dari segi fisik,” jelas alumni SMAN 2 Bojonegoro tersebut.
Kemudian di pemusatan latihan tahap dua di Jogjakarta saat ini. Secara teknik, tim pelatih melakukan perbaikan dan pembenahan. Juga secara taktik, sudah menemukan gambaran sistem bermain sesuai dengan komposisi pemain yang ada.
‘’Aspek mental, tim pelatih menyusun program ujicoba dengan tim diatas level, supaya menjadi tolok ukur tim karena mengingat tim ini akan bertanding di level nasional,” ungkap eks pelatih Persibo tersebut.
Masdra realistis menentukan target tim sepak bola PON Papua Barat mengingat minimnya pengalaman bertanding di tingkat resmi. Namun tim pelatih dan pemain sepakat untuk berusaha selalu menang dan berprestasi.
‘’Target membawa pulang medali untuk Papua Barat,” jelas Ditektur Teknis Akademi Sepak Bola Bintang Muda Bojonegoro itu. (*/msu)
Editor : Hakam Alghivari