Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Melihat 10 Narapidana Ikut Pelatihan Las, Jadi Bekal Keterampilan saat Kembali ke Masyarakat

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 12 Juli 2024 | 20:36 WIB
PELATIHAN: Sepuluh napi bebas bersyarat sedang fokus belajar keterampilan las di Bapas Kelas II Bojonegoro. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)
PELATIHAN: Sepuluh napi bebas bersyarat sedang fokus belajar keterampilan las di Bapas Kelas II Bojonegoro. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)

 

Semangat mendapat keterampilan sebagai bekal bekerja terpancar beriring percikan api mesin las. Meski memiliki masa lalu buruk, namun sepuluh narapidana (napi) bebas bersyarat tersebut memiliki tekad belajar.


DEWI SAFITRI, Bojonegoro


PERCIKAN api menyembur keluar ketika alat las berpadu dengan besi. Memotongnya menjadi bagian lebih kecil dengan ukuran sama panjang. Sekitar sepuluh napi bebas bersyarat memperhatikan setiap penjelasan dari pelatih las.

Mereka memperhatikan dengan teliti, kemudian mulai mempraktikan secara langsung. Percikan api berpadu dengan bising suara mesin las mengiringi semangat mereka. Meski baru bebas dari jeruji besi, namun mereka masih dalam pengawasan.

Mengingat, statusnya sebagai narapidana bebas bersyarat. ’’Senang sudah dibelajari las,” ujar salah satu peserta Muhammad Wemi Bagus Santoso. Tidak peduli apa status dan latar belakangnya, mereka mengangkat tegak kepala untuk belajar menjadi lebih baik lagi.

Kesenangan terlihat dari sorot mata dan ucapannya. Atas kesempatan untuk belajar menggali skill yang telah diberikan. Bisa belajar dengan tenang bersama teman-teman menjadi kebahagian tersendiri setelah dinyatakan bebas bersyarat.

Bekerja sama mengukur setiap besi dan bergantian dalam menggunakan mesin las. Dengan tertib tanpa berebut apalagi cekcok. Seolah ingin membuktikan, bahwa mereka bisa dipercaya untuk berubah.

’’Pelatihan ini bermanfaat bagi kami untuk menambah keterampilan,” lanjut laki-laki usia 20 tahun tersebut. Tidak dihakimi dan diberi kesempatan sama sudah cukup bagi mereka. Tidak haus pujian, hanya ingin dihargai selayaknya manusia.

Diberi kepercayaan, bahwa kejahatan di masa lalunya telah terkubur. Meski tidak terlepas dari pandangan buruk masyarakat tentang napi. Namun, tidak menggoyahkan semangat mereka untuk belatih.

Meski tidak mudah untuk belajar hal baru, namun tetap dilakukan. Dengan harapan mendapat ilmu dan keterampilan sebagai bekal bekerja ke depan.

Terpisah, Kasubsi Bimbingan Klien Anak Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Bojonegoro Novita Agustin mengatakan, sepuluh napi mengikuti pelatihan ini dari beragam kasus berbeda. Mulai dari narkotika hingga perkara perlindungan anak.

Mereka telah dinyatakan bebas bersyarat. Jadi, sudah keluar dari penjara, namun masih dalam pengawasan Bapas hingga masa pidana selesai. ’’Sepuluh peserta ini melakukan pelatihan las dengan sangat baik,” ujarnya.

Pelatihan untuk para napi bebas bersyarat memang telah dilakukan penyesuaian. Antara usia peserta dengan pelatihan yang dilakukan. Sehingga, rerata pelatihan las ini diikuti oleh narapidana bebas bersyarat dengan usia 20 hingga 30-an tahun.

’’Semoga bisa menjadi bekal mereka untuk memiliki keterampilan. Sehingga, bisa memiliki pekerjaan nantinya. Dengan harapan, tidak mengulang tindak kejahatan yang pernah dilakukan,” pungkasnya. (*/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#napi #keterampilan #Narapidana #Mesin Las #bebas bersyarat #Lapas #belajar #Penjara #Pelatihan #las #bojonegoro #bapas #teman #jeruji besi #skill