Menjadi bagian dari tim bola tangan yang bertanding di Asean University Games membuat Anggara merasa bangga. Namun hasil mendali perunggu dianggap kurang, karena tidak sesuai dengan target.
IRVAN RAMADHON, Bojonegoro.
PERASAAN Anggara campur aduk. Atlet bola tangan pada Asean University Games ini antara bahagia, terharu, sekaligus kecewa.
Meski sudah meraih medali perunggu, namun hasil tersebut tidak sesuai target.
‘’Perasaan bahagia, terharu dan pasti bangga, bisa mendapatkan kesempatan membela tanah air di tingkat internasional. Meskipun hasilnya masih di luar ekspektasi, tim pelatih memberikan target medali emas.” ungkap atlet asal Desa Tanggungan, Kecamatan Ngraho itu.
Pertandingan yang dijalani Anggara pada Asean University Games sangat sengit. Lawan dihadapi dari Malaysia dan Singapura. Pada pertandingan pertama kontra Negeri Jiran, Indonesia mampu menang dengan skor tipis.
Sedangkan ketika pertandingan melawan Negeri Singa, Indonesia gagal menang. Kekalahan itu menyakitkan karena perbedaan skor tipis.
‘’Pertandingan lawan Singapura menjadi pertandingan yang cukup berat,” jelas mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut.
Anggara bersama tim bola tangan Indonesia harus menghadapi tim Singapura yang memiliki kondisi fisik lebih fit dan siap menghadapi partai semifinal. Selain itu, tim lawan didukung dengan atlet yang memiliki postur yang tinggi.
‘’Persiapan mereka lebih panjang untuk menghadapi kejuaraan ini,” terang mahasiswa ilmu keolahragaan itu.
Anggara beserta pemain Indonesia lainnya hanya memiliki waktu sekitar enam hari untuk berlatih. Waktu pemusatan latihan dan berkumpul pemain singkat menjadi kendala yang berakibat permainan tak maksimal.
Terlebih pemain berasal dari seluruh wilayah Nusantara. Sehingga perlu waktu adaptasi lebih lama agar saling mengerti dan memahami permainan satu sama lain.
‘’Seleksi melalui pengurus provinsi lalu mengirim rekomendasi atlet, kemudian tim pelatih yang akan menyeleksi 14 pemain layak masuk tim,” ujar atlet 21 tahun tersebut.
Anggara tetap terkesan dengan pengalaman bermain di Asean University Game. Walau kalah dari Singapura sikap respect selalu dijunjung tinggi. Setelah pertandingan usai alumni SMKN Ngraho tersebut bertukar jersey dengan salah satu pemain Singapura.
Setelah mengikuti Asean University Games Anggara langsung fokus menjalani pemusatan latihan di provinsi untuk PON 2024 di Aceh.
‘’Kami seluruh pemain pulang ke daerah masing-masing untuk kembali menjalani puslatda persiapan PON,” jelasnya. (*/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana