Rafli Iltizamulloh sempat ragu melanjutkan kuliah di PTN saat lulus SMA. Karena biaya kuliah yang mahal, sedangkan kondisi ekonomi keluarga tergolong pas-pasan.
DEWI SAFITRI, Bojonegoro.
BERASAL dari keluarga perekonomian menengah ke bawah tidak menjadi alasan Rafli Iltizamulloh meraih mimpi. Beragam upaya dilakukan pria 20 tahun ini menempuh pendidikan dengan setinggi-tingginya.
Baginya, menjadi anak dari seorang ayah buruh tani dan ibu rumah tangga bukan halangan untuk menunjukan kiprah di dunia pendidikan.
Unggul di bidang akademik menjadi prestasi membanggakan yang berhasil diraih oleh Izam. Selain menjadi langganan peraih ranking sejak duduk di bangku SMP.
Prestasi akademikny juga berhasil lolos di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di Indonesia dengan mendapatkan full beasiswa hingga delapan semester.
Izam sempat ragu untuk melanjutkan kuliah di PTN saat SMA. Karena biaya kuliah yang mahal, sedangkan kondisi ekonomi keluarga tergolong pas-pasan.
Namun, keraguan tersebut berhasil singkirkan dengan tekad kuatnya. Dengan semangat mencari informasi beasiswa kuliah dan mencoba berbagai seleksi masuk ke PTN.
Berkat usahanya, berhasil lolos seleksi masuk di Universitas Padjadjaran (Unpad) pada 2022. Namun, di waktu yang sama sempat tercetus keinginan untuk mengundurkan diri karena biaya kuliah yang cukup mahal. Yakni, dengan uang pangkal Rp 85 juta dan uang kuliah tunggal (UKT) sebesar Rp 10 juta persemester.
‘’Alhamdulillah, saat itu ternyata aku mendapat beasiswa full delapan semester. Jadi, seluruh biaya kuliah menjadi Rp 0. Sampai sekarang orang tua tidak mengeluarkan biaya sepeserpun untuk kuliahku,’’ ujar mahasiswa semester 4 tersebut.
Beragam prestasi membanggakan berhasil diraih oleh Izam selama kuliah. Ia aktif mengikuti beragam kompetisi esai dan infografis sejak semester 1. Bahkan, selama dua tahun di bangku kuliah sudah sekitar lebihd ari 40 kompetisi mahasiswa yang diikutinya. Tak jarang pula ia menjuarai pada berbagai kompetisi yang diikutinya.
Di antaranya, seperti meraih gold medali International Poster Desain Competition FTP Universitas Brawijaya 2023; Juara 1 Lomba Infografis Nasional Pekan Agroteknologi Fakultas Pertanian Unpad 2023; hingga Juara 2 Lomba Infografis Kearsipan Nasional Universitas Indonesia 2023.
Selain itu, ditetapkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama Fakultas Psikologi Unpad 2024. Juga, menjadi finalis mahasiswa berprestasi tingkat Universitas.
Baca Juga: Genjot UMKM Lokal, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unigoro Bantu Kembangkan Pemasaran Digital
Alumni Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Sumberrejo tersebut mengatakan, pada awal mengikuti kompetisi sering mengalami kegagalan.
Namun, tidak menyurutkan semangatnya terus mencoba, terus belajar. Mulai dari mengikuti mentoring dengan expert hingga konsisten mengikuti kompetisi setiap bulannya.
‘’Sering merasa capek karena padatnya jadwal kuliah dan organisasi. Tetapi, di balik segala rasa lelah ada kepuasaan tersendiri,’’ ujar remaja asal Desa Mayangkawis, Kecamatan Balen tersebut.
Sebelumnya, Izam mengikuti perlombaan karena keterbatasan uang saku untuk memenuhi kehidupan sehari-hari di perantauan. Sehingga, mencoba untuk mengikuti kompetisi untuk mencari tambahan uang saku.
Setelah berhasil juara beragam kompetisi. Rasa syukur tak dapat dibendungnya karena selain mendapat penghargaan, juga mendapat bonus hadiah kompetisi yang bisa mencukupi kebutuhan hidup.
Kompetisi seolah menjadi candu tersendiri bagi Izam. Hingga membuatnya ingin terus belajar dan mencari banyak pengalaman berharga.
‘’Kompetisi menawarkan lebih banyak benefit dibanding kegiatan lainnya. Aku sering mendapatkan bonus hadiah untuk menambah uang saku, sertifikat, relasi, hingga penghargaan dari kampus,’’ pungkasnya. (*/msu)
Editor : Hakam Alghivari