Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Repatsus, Tenaga Keamanan Konser di Bojonegoro: Perlu Mental Baja, Pernah Dikeroyok Penonton

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 26 Mei 2024 | 21:09 WIB
SIGAP: Tim Repatsus Bojonegoro selalu sigap pengamanan konser musik. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
SIGAP: Tim Repatsus Bojonegoro selalu sigap pengamanan konser musik. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Keamanan konser musik tak lepas dari peran Tim Repatsus, anggotanya pilar pencak silat di Bojonegoro.


DHANI WAHYU ALFIANSYAH, BOJONEGORO


HAMPIR setiap event konser musik di Bojonegoro, selalu ada sosok yang menyita perhatian. Postur tubuhnya kekar, dan berwajah garang.

Tak hanya menjadi tembok antara artis dan para penggemarnya. Namun, selalu sigap masuk ke lautan penonton saat kericuhan terjadi.

Tugas berat itulah yang dijalankan tim keamanan konser musik di Bojonegoro, tim reaksi cepat khusus (Repatsus).

Pada saat bertugas menjamin keamanan acara, kewajiban mereka pun penuh risiko.

Koordinator Repatsus Angga Wahyu menuturkan, mulai bertugas mengamankan konser sejak 2019 lalu, pasca dibentuk Bojonegoro Kampung Pesilta (BKP). Berisikan anggota pilar perguruan silat di Bojonegoro, yang telah mendapat pelatihan.

Menurut Angga, sapaan akrabnya, penggunaan jasa tenaga keamanan memang digunakan untuk lebih meminimalisasi potensi kericuhan. ‘’Untuk meminimalisasi, kami lebih dulu melakukan pemeriksaan kepada penonton.  Seperti yang membawa minuman keras, senjata tajam, pakaian, atribut yang berpotensi memacing kerusuhan dan mengganggu kenyamanan penonton,”tuturnya saat ditemui Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Pria asal Kelurahan Jetak, Kecamatan Bojonegoro Kota itu menambahkan, meski terkesan mengintimidasi, namun seluruh tim keamanan konser perlu memiliki mental kuat. Bahkan, mereka ditugaskan untuk tetap fokus pada keamanan dan kelancaran acara, meski tak jarang mendapat serangan dari penonton.

‘’Saya pribadi pernah dikeroyok berapa puluh orang. Namun, saya tak diperbolehkan langsung melawan, dan hanya fokus menangkap orang yang memancing kerusuhan,” cerita pria yang juga pengusaha bahan bangunan itu.

Menurutnya, hal itu membutuhkan mental kuat, sebab jumlah keamanan yang tentu lebih sedikit dibanding penonton. Dirinya dan tim selalu fokus untuk menjaga acara tetap kondusif, dengan segala risikonya. Sebab, tak jarang penontot senggol-senggolan,  provokasi dengan potensi perkelahian.

 ‘’Meski terlihat mudah, namun butuh mental kuat, karena tak semua orang berani menorobos di lautan manusia,” imbuhnya.

Berbagai luka hingga pukulan saat mengamankan kericuhan pun pernah didapatinya. Menurutnya, selain mental kuat, juga perlu niat baik dan kesabaran tinggi.

‘’Sebagai manusia tentu dalam hati sempat terpancing emosi, namun tetap profesional menjalankan tugas tanpa mengganggu kelancaran acara,” tambahnya.

Namun, tak hanya kisah pahit yang didapatinya. Pihak kemanan pun, menjadi orang paling awal yang membantu artis saat tiba di Bojonegoro. (*/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#konser #Acara #pencak silat #konser musik #penjaga #bojonegoro #relawan #keamanan #Jetak